KAMPUNG BABAR, peloporwiratama.co.id – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Eliora Tiakur menggelar Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) Ke-1 pada Minggu, (4/5), di Gedung Gereja Kampung Babar, Jemaat GPM Tiakur. Forum tertinggi legislatif di tingkat cabang ini mengangkat tema besar: “Teguhlah Sebagai Gereja yang Profetik dan Berkarakter Etis Injili Untuk Terus Berbuah Bagi Kehidupan Bersama.”
MPPC perdana ini diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pengurus daerah, pengurus cabang, utusan ranting, serta peserta biasa dan peninjau. Ranting Theodosia bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Ketua AMGPM Daerah Letti Moa Lakor (LEMOLA), melalui sambutan tertulis yang dibacakan Vorbes Tipak, menekankan pentingnya MPPC sebagai ruang bersama yang inklusif dan mendorong kontribusi pemikiran yang sehat dari seluruh kader pemuda gereja. “Saya berharap kita tidak lalu menguasai paripurna ini dengan akal kita sendiri, tetapi mari kita menguasai paripurna dengan akal yang sehat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pemuda gereja harus tampil sebagai aktor profetik. “Kalau benar, katakan benar. Kalau salah, katakan salah. Itulah suara kenabian,” tegasnya. Dalam konteks itu, ia menyinggung makna nama “Eliora” yang berasal dari bahasa Ibrani: Tuhan adalah terangku. “Kalau benar cabang ini bernama Eliora, mari kita menjadi terang bagi lingkungan kita.”
Menanam Nilai Profetik dalam Pelayanan
Dalam arahannya, Pendeta Gotlif Kay menegaskan bahwa meski tergolong muda, AMGPM Cabang Eliora memiliki potensi besar dalam menciptakan generasi profetik dan injili. “Organisasi ini harus menjadi tempat pembinaan moralitas. Bukan karena tuntutan pendidikan atau sekadar kebetulan, tetapi karena kita punya panggilan iman,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk peka terhadap ketidakadilan sosial dan menjadikan suara kenabian sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan. “Tugas kita adalah menjadi benteng dan pilar yang membangun relasi kedamaian,” ucapnya.
MPPC, menurut Kay, merupakan momentum untuk mengevaluasi program pelayanan dan anggaran tahun 2024, sekaligus menyusun program dan APB Tahun 2025. Ia mengajak seluruh peserta agar setiap keputusan dilandasi kesadaran kolektif demi kemajuan organisasi.
Pemuda Gereja Sebagai Mitra Pemerintah
Lurah Tiakur, Maximiliaan K. Talupoor, menyambut baik pelaksanaan MPPC sebagai bentuk kemitraan aktif antara pemuda gereja dan pemerintah kelurahan. “Saya berharap AMGPM menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai bidang. Bung dan Usi harus mampu menggarami dan menerangi lingkungan tempat kalian berada,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan AMGPM dalam berbagai kegiatan kelurahan, dan berharap kolaborasi positif terus terjalin hingga ke tingkat ranting.
Panitia: Momentum Strategis Bagi Pelayanan
Ketua Panitia MPPC Ke-1, Simon Rumahlewang, dalam laporan panitia menyebutkan bahwa MPPC merupakan amanat konstitusi organisasi dan forum strategis dalam menetapkan arah pelayanan. “Kami berharap MPPC ini melahirkan pikiran-pikiran cerdas dan kreatif dalam menata pelayanan ke depan,” katanya.
Cabang Eliora terdiri dari tiga ranting yang berada dalam Jemaat GPM Tiakur, pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya. Dengan posisi strategis itu, Simon berharap AMGPM Eliora mampu menjadi solusi atas persoalan-persoalan umat di sekitarnya.
Panitia mencatat bahwa total dana yang berhasil dikumpulkan untuk pelaksanaan kegiatan ini mencapai Rp16 juta, berasal dari dukungan cabang, hibah pemerintah daerah, penjualan makanan, dan pembukaan kafe mini oleh Ranting Theodosia.
Di akhir laporannya, Simon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk pemerintah daerah, jemaat GPM Tiakur, ranting Theodosia, dan para donatur. “Atas nama panitia, saya mengucapkan selamat bermusyawarah. Ingatlah selalu moto kita: kamu adalah garam dan terang dunia. Tuhan Yesus memberkati,” pungkasnya. (PW-19)