Ciamis, Jabar – PW. Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh Polres Ciamis. Pada Jumat (19/6/2026), jajaran Polres Ciamis mengirimkan sebanyak 14,163 ton jagung pipil kering hasil panen petani ke Gudang Bulog Tasikmalaya.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal oleh pemerintah.
Jagung yang dikirim berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis dan telah memenuhi standar kualitas Bulog dengan kadar air rata-rata di bawah 14 persen serta kandungan aflatoksin di bawah 50 PPB. Seluruh proses pengiriman berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Data Polres Ciamis mencatat, pengiriman kali ini terdiri dari hasil serapan Polsek Kawali sebanyak 2,50 ton, Polsek Panjalu 2 ton, Polsek Panawangan 2 ton, Polsek Lakbok 0,9 ton, serta Satresnarkoba Polres Ciamis sebanyak 8 ton. Dengan tambahan tersebut, total serapan jagung yang berhasil disalurkan ke Gudang Bulog Tasikmalaya hingga Juni 2026 mencapai 204,163 ton.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara Polri, petani, kelompok tani, pemerintah daerah, dan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan dan pengawalan serapan hasil panen petani agar memiliki kepastian pasar dan nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar Kapolres.
Menurutnya, keberhasilan serapan jagung hingga menembus angka lebih dari 204 ton menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.
Program penyerapan hasil panen melalui Bulog dinilai memiliki dampak positif terhadap stabilitas harga di tingkat petani. Selain memberikan kepastian pasar, langkah tersebut juga membantu menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan sektor pangan.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, keberhasilan penyerapan hasil panen juga berkontribusi terhadap penguatan cadangan pangan pemerintah. Dengan terserapnya hasil panen secara optimal, potensi kerugian petani akibat anjloknya harga pascapanen dapat diminimalkan.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung program pemerintah di sektor pertanian melalui penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Ketahanan pangan yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bangsa,” tegas AKBP Hidayatullah.
Keberhasilan serapan jagung hingga mencapai 204,163 ton tersebut menjadi bukti nyata bahwa dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui langkah konkret di lapangan. Melalui sinergi yang terus dibangun antara Polri, petani, pemerintah daerah, dan Bulog, Kabupaten Ciamis diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.***
Jurnalis: FAI