Pertamina Regional Indonesia Timur Gelar Media Gathering Dengan Tema “Akselerasi Energi Untuk Keberlanjutan Bisnis”
Makassar PW: sebanyak 136 peserta yang terdiri dari 104 perwakilan media, 1 lokal hero, 6 perwakilan SKK Migas, 1 perwakilan SHU, 1 Nara sumber dan 23 perwakilan Pertamina, mengikuti kegiatan “Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina tahun 2025 di Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jl A P Pettarani Mannruki Tamalate, Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Dengan tema “Acceleration Energy For Business Sustainability (Akselerasi Energi untuk Keberlanjutan Bisnis)”, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu 23 – 24 Juni 2025. Sebelum masuk dalam pemaparan materi, para peserta disambut dengan Tarian 4 Etnis. Dinamakan Tarian 4 Etnis, karena merupakan gabungan tarian 4 suku besar di Makassar yaitu Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja dan Suku Mandar.
Dalam pembukaan media gathering ini,Rahmat Drajat (Manager Comrel dan CID Regional Indonesia Timur), menjelaskan bagaimana semua fungsi mendukung bisnis Pertamina dan kegiatan ini bertujuan untuk terus menjalin silaturahmi antara Pertamina dengan media. Hudi D Suryodipuro (Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas), menekankan Acceleration Energy For Business Sustainability (Sustainability – berkesinambungan).
“Kolaborasi industri hulu migas dengan media itu sangat penting. Karena medialah yang menjadi corong bagi industri hulu migas dan menjadi suara bagi industri hulu migas untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi mispersepsi. Karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang tepat, sehingga bisa berimbas pada isu negatif di lapangan. Namun sampai saat ini media terus mendukung kami”, ujar Hudi.
Kemudian ada transisi energi seperti peningkatan gas demand juga CCS/CCUS Development (CCS – Penangkapan dan Penyimpanan Karbon atau CCUS – Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon). Kemudian tren investasi global meningkat dan dana tambahan untuk energi bersih. Namun begitu dalam GDP Rank 2022 Indonesia berada di peringkat 16, tahun 2030 di prediksi berada di peringkat 5 dan tahun 2050 di peringkat 4 dunia.
Program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Asta Cita juga program prioritasnya, mendorong kemandirian energi, swasembada energi, percepatan pencapaian target Nett Zero Emission Gas Rumah Kaca serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan Sumber Daya Alam (SDA).
“Potensi migas di Indonesia ada 128 basin (cekungan), tapi yang sudah berproduksi baru 20 cekungan, dibor belum berproduksi 8 cekungan, hidrokarbon yang ditunjukkan 19 cekungan, dibor tidak ditemukan 13 cekungan dan belum dibor 68 cekungan. Sedangkan realisasi pelaksanaan program kerja investasi hulu migas tahun 2024 sebesar US$ 15,3 milliar (setara Rp 245 triliun), meningkat 12% dari realisasi 2023 sebesar uS$ 13,7 milliar (setara Rp 206 triliun). Namun begitu, eksplorasi migas di Indonesia sukses dan berada pada peringkat pertama di Asia Tenggara”, terang Hudi.
*Jacob Sumampouw