Satgas Covid-19 Teluk Bintuni Gelar Pertemuan Bersama Tokoh Agama Bahas Aturan Penerapan “New Normal”

Bintuni, PW: Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni hari ini (2/7) menggelar rapat bersama tokoh-tokoh Agama Kristen membahas rencana penerapan “New Normal” di Kabupaten Teluk Bintuni. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Posko Satgas Covid-19 yang berada di belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam pertemuan bersama tokoh-tokoh Agama tersebut, Satgas Covid-19 menjelaskan beberapa persyaratan ataupun aturan yang akan diberlakukan menjelang penerapan New Normal. Dimana dalam hal ini, Satgas Covid-19 menjelaskan beberapa aturan untuk diterapkan dalam rumah ibadah.

Dari beberapa persyaratan tersebut, diantaranya adalah tempat duduk di atur dengan jarak 1 meter atau lebih. Ada juga sebelum dan sesudah beribadah, harus dilakukan penyemprotan disinfektan serta beberapa Protokol Covid-19 lainnya. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa pertanyaan maupun masukkan yang disampaikan oleh para pimpinan gereja.

Franky D. Mobilala SKM M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni dan juga Sekretaris Satgas Covid-19 menyampaikan bahwa pertemuan dengan melibatkan tokoh-tokoh Agama Kristen yang ada di Bintuni tersebut dalam rangka mensosialisasikan rencana pemberlakuan New Normal di Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurutnya ada beberapa kategori atau persyaratan yang harus diperhatikan dalam rumah ibadah. “Sudah lebih 3 bulan tidak melaksanakan ibadah di rumah-rumah ibadah, jadi sosialisasi ini penting. Tokoh-tokoh Agama nantinya harus memperhatikan Protokol Covid-19. Hal ini merupakan sosialisasi lanjutan, setelah beberapa waktu lalu sosialisasi juga dilakukan bersama tokoh-tokoh Agama Islam”, ujar Franky Mobilala.

Frangky Mobilala berharap agar masyarakat dapat mengikuti protokol kesehatan dalam rangka penerapan New Normal. Karena walaupun saat ini kasus Covid-19 di Bintuni 0 (nol), tapi catatan WHO dan Kemenkes, Bintuni masih zona kuning. Oleh sebab itu masyarakat terus dihimbau agar mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai seperti daerah lain, begitu menerapkan New Normal kasus bertambah.

“Kami berharap setelah penerapan New Normal di Kabupaten Teluk Bintuni, tidak ada lagi penambahan kasus baru disini. Jadi kami mohon dukungan semua pihak. Jangan ada lagi ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tapi OKB (Orang Kepala Batu = Orang Keras Kepala). Patuhilah protokol Covid-19 yaitu jika tidak penting maka jangan keluar rumah, jika keluar rumah harus pakai masker, jaga jarak dengan orang lain, sering cuci tangan, jangan berkerumun atau kumpul-kumpul dengan orang banyak dan tetap menjaga kesehatan”, harap Frangky Mobilala.

*Jacob Sumampouw

Total Views: 1100 ,

Related posts

Leave a Comment