Tiakur, peloporwiratama.co.id – Menyambut perayaan Paskah 2025, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur Sektor Sinay menggelar beragam kegiatan keagamaan dan seni di Pulau Moa, Maluku Barat Daya, bertajuk “Kalwedo”
Kegiatan yang berlangsung dalam minggu ini menampilkan sejumlah acara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Rangkaian kegiatan ini diadakan untuk mempertebal iman umat sekaligus menciptakan suasana Paskah yang penuh sukacita namun tetap meriah.
Pantauan Pelopor, Kamis (17/4), Jalan Salib menjadi salah satu kegiatan utama yang dipelopori oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dan anggota Kodim 1511/Pulau Moa. Kegiatan ini akan diikuti dan disaksikan oleh warga Jemaat Tiakur dari 12 Sektor yang menempuh rute sepanjang kurang lebih 3 kilometer mengelilingi kota Tiakur.
Kegiatan lain yang tak kalah meriah adalah carnaval yang akan diselenggarakan pada Jumat (18/4) siang dan pawai obor pada Minggu (20/4) malam. Puluhan kelompok jemaat akan berkeliling dengan membawa obor serta menyanyikan lagu-lagu rohani.
Lomba taman Paskah menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan ini. Sebanyak 38 unit dari 12 sektor berpartisipasi dalam kompetisi yang menguji kreativitas dan pemahaman makna Paskah. Warga Jemaat disetiap unit menampilkan miniatur taman yang menggambarkan kisah kebangkitan Yesus Kristus dengan berbagai bahan dan dekorasi.
Antusiasme jemaat luar biasa. Setiap unit menampilkan keunikan dalam mendesain taman mereka.”ungkap media ini.
Tak ketinggalan, anak-anak dan remaja juga diajak untuk terlibat dalam lomba menghias telur Paskah yang diselenggarakan pada Minggu (20/4) malam. Kegiatan ini diikuti anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Jemaat GPM Tiakur.
Rangkaian kegiatan Paskah ini akan mencapai puncaknya pada kebaktian kubur terbuka atau Minggu Paskah, 20 April 2025. Sebelumnya, jemaat akan mengikuti kebaktian Jumat Agung pada 18 April 2025.
Paskah adalah momen penting bagi umat Kristiani untuk merefleksikan pengorbanan dan kebangkitan Kristus. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan makna Paskah dapat lebih diresapi oleh seluruh jemaat.
Kegiatan Paskah di Tiakur tahun ini menarik perhatian khusus karena melibatkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan setempat, yang turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.
(PW.19)