Kadinkes Pulpis Himbau Warga Waspada Penyebaran Flu Singapura,Terapkan Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS )

 

PULANG PISAU,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencatat adanya 7 kasus penyakit Mulut, Tangan dan Kaki atau _Hand, Foot and Mouth Disease_ (HFMD) yang lebih dikenal masyarakat sebagai “Flu Singapura” dalam kurun waktu Mei hingga akhir Juni 2026.

Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau dr. Ellyana mengatakan, dari 7 kasus tersebut, 5 kasus ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan di bawah naungan Dinkes. Sementara 2 kasus lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau.

“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit ini,” ujar dr. Ellyana kepada awak media, Selasa [15/7/2026].

Paling Rentan Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Menurut dr. Ellyana, HFMD adalah penyakit infeksi virus yang umum menyerang bayi dan anak-anak. Kelompok paling rentan adalah anak usia di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.

Penyakit ini memiliki gejala khas berupa demam, sariawan, serta munculnya ruam atau lepuhan berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki, dan bagian tubuh lainnya.

“Penyakit ini ditandai dengan munculnya demam, sariawan, ruam atau lepuhan pada telapak tangan, telapak kaki dan di bagian tubuh lainnya,” jelasnya.

Penularan Lewat Kontak dan Benda Terkontaminasi

Dinkes menyebut penularan HFMD bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung, mulut, air liur, maupun cairan dari lepuhan di kulit penderita. Virus juga dapat menyebar melalui benda-benda yang telah terkontaminasi seperti mainan, peralatan makan, dan botol minum.

Untuk mencegah penyebaran, dr. Ellyana mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.

“Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan peralatan makan, botol minum dan menghindari kontak erat dengan penderita,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Imbauan Segera ke Faskes

dr. Ellyana meminta para orang tua tidak panik namun tetap waspada. Jika anak menunjukkan gejala, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan dini.

“Pemeriksaan dan penanganan anak sejak dini dapat dipantau sehingga risiko komplikasi maupun penularan kepada orang lain dapat diminimalkan,” tandasnya.

Dinkes Pulang Pisau memastikan terus melakukan pemantauan dan surveilans untuk mencegah penularan lebih luas, terutama di sekolah, PAUD, dan tempat penitipan anak(R-ril)

Related posts