Ribuan Umat Muslim Cikoneng Peringati Maulid Nabi, Ahlak Rasulallah Jadi Tuntunan Kehidupan

CIAMIS, JABAR— PW.Ribuan umat Muslim dari 10 desa di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, memadati Gedung Dakwah Cikoneng, Sabtu (19/9/2026). Mereka tidak hanya berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, tetapi juga kembali mengingat pesan besar tentang pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan.

Peringatan yang mengusung tema “Meneladani Rasulullah Menggapai Ridho Allah SWT” tersebut digelar di bawah naungan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Cikoneng.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat sejak rangkaian pembacaan Berjanji yang memuat silsilah dan kisah Nabi Muhammad SAW. Lantunan pembacaan tersebut menjadi pengingat perjalanan Rasulullah sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan jamaah kepada sosok yang menjadi teladan umat Islam.

Kekhidmatan semakin terasa saat memasuki Mahallul Qiyam. Ribuan jamaah berdiri bersama sambil melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Cikoneng, Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, anggota DPRD Fraksi PKS, Camat Cikoneng, Ketua MUI, Ketua PHBI, Ketua KUA Cikoneng, Ketua UPZ, Ketua FKDT, Kapolsek Cikoneng, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat dari seluruh 10 desa di Kecamatan Cikoneng.

Ketua PHBI Kecamatan Cikoneng KH Abdul Latif Khan mengatakan, Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus mengambil hikmah dari kehidupan dan akhlak beliau.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan bukan sekadar memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan mendorong umat agar mampu menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan.

“Dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita bisa mencontoh Rasulullah SAW dan kelak kita berharap mendapatkan syafaatnya. Nabi merupakan uswatun hasanah dalam kehidupan umat di dunia,” ujar KH Abdul Latif yang akrab disapa Gus Latif.

Ia menjelaskan, keteladanan Rasulullah dapat tercermin melalui empat sifat utama, yakni siddiq, amanah, tabligh dan fathonah.

Siddiq berarti menjunjung kejujuran, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh mengajarkan pentingnya menyampaikan kebenaran, sedangkan fathonah mencerminkan kecerdasan dan kebijaksanaan.

Keempat sifat tersebut, kata dia, tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini, mulai dari lingkungan keluarga, pekerjaan hingga kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya hikmah dari Maulid Nabi ini bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini,” katanya.

 

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH Drs. Iing Nurhidayat, M.Pd. Pesan yang disampaikan mengarahkan jamaah untuk tidak berhenti pada mengenang sejarah kelahiran Nabi, tetapi menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari perilaku sehari-hari.

 

Dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada lantunan shalawat dan peringatan Maulid.

“Jangan hanya kita kenang kelahiran Rasulullah, tetapi mari kita hidupkan akhlaknya. Sebab, bukti cinta kepada Rasulullah bukan hanya dengan ucapan, melainkan dengan meneladani sikapnya dalam kehidupan,” pesan KH Iing.

Pesan tersebut menjadi penutup yang mengikat seluruh rangkaian Maulid Nabi di Cikoneng: shalawat menumbuhkan cinta, keteladanan melahirkan akhlak, dan akhlak yang baik menjadi jalan menuju ridho Allah SWT. ***

Jurnalis: FAI

Related posts