SBB PW — Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Pastori dan perumahan masyarakat Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi masyarakat Desa Patahuwe pascabentrok antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata yang terjadi pada 11 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda, S.H., M.Han turut hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait.
Hadir mewakili Gubernur Maluku, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, D. N. Kaya, S.Sos., M.Si., Bupati SBB Ir. Asri Arman, M.T., beserta ibu, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., Danyonif TP 865 Letkol Inf M. Joko Chandra Suseno, Wakil Bupati SBB S. Kainama, S.Pd., serta Anggota DPRD Provinsi Maluku Fraksi Partai Demokrat Drs. J. H. Rotasow.
Selain itu, turut hadir para pimpinan OPD lingkup Pemkab SBB, Danramil 1513-02/Taniwel Lettu Inf Syawir, Camat Taniwel J. E. Niwele, Camat Taniwel Timur, Ketua Klasis Taniwel, para pendeta se-Klasis Taniwel, serta sekitar 200 jemaat GPM Imanuel Desa Patahuwe.
Dalam sambutannya, Bupati SBB menyampaikan pentingnya pembangunan kembali fasilitas masyarakat sebagai bagian dari proses pemulihan pascabentrok. Pemerintah berharap pembangunan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mengembalikan kehidupan masyarakat agar kembali berjalan normal.
Usai kegiatan peletakan batu pertama, Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda saat dikonfirmasi Redaksi PW mengatakan, pembangunan Pastori dan perumahan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun kembali kehidupan masyarakat Patahuwe.
“Dengan dibangunnya Pastori ini, diharapkan dapat menjadi tempat pelayanan bagi umat sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan dan kebersamaan masyarakat Desa Patahuwe,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, pembangunan pascabentrok tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga harus diikuti dengan upaya memperkuat persaudaraan, keamanan dan kerukunan antarmasyarakat.
Dandim berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan kedamaian. Kita semua harus mengambil hikmah dari kejadian yang telah terjadi dan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat,” pungkasnya.. @dy