SBB PW — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melaksanakan program Jemput Bola (Jebol) pelayanan administrasi kependudukan di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 hingga 16 tahun. Selain itu, pelayanan juga bertujuan membantu masyarakat dalam menata dan melengkapi dokumen administrasi kependudukan keluarga, seperti Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.
Program Jemput Bola ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami kendala jarak dan biaya transportasi apabila harus datang langsung ke kantor Dukcapil di pusat kabupaten.
Tim Dukcapil SBB yang turun memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Kawa berjumlah lima orang. Tim tersebut terdiri dari Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Bapak Noce Sapury, Ibu Ika Jayanti selaku Kasubag, operator Ilham Leikawa, Sanung Sangadji, serta Syirul Latif.
Dalam pelaksanaan pelayanan, tim Dukcapil juga mendapat dukungan dari staf Pemerintah Desa Kawa. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk membantu kelancaran proses pendataan serta pelayanan administrasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Masyarakat Desa Kawa tampak antusias memanfaatkan program tersebut. Kehadiran pelayanan langsung di desa dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang selama ini belum memiliki dokumen administrasi kependudukan secara lengkap.
Pejabat Desa Kawa, Abuhaer Keliwou, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten SBB, khususnya Dinas Dukcapil, yang telah melaksanakan program Jemput Bola di Desa Kawa.
“Terima kasih atas dilaksanakannya program ini. Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Warga yang sebelumnya administrasi KK dan dokumen lainnya belum lengkap, sekarang bisa dibantu untuk melengkapinya,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan langsung di desa juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi. Masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi untuk mendatangi kantor Dukcapil, yang bagi sebagian warga membutuhkan ongkos cukup besar.
“Dengan adanya pelayanan seperti ini, masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya atau ongkos perjalanan ke kantor Capil, karena biaya transportasi yang harus dikeluarkan cukup besar,” tambahnya.
Program Jemput Bola Dukcapil di Desa Kawa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sesuai ketentuan.
Kelengkapan dokumen tersebut juga penting untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, serta pelayanan publik lainnya.. @dy