Kreativitas di Balik Jeruji, Lapas Ciamis Bekali Warga Binaan dengan Skill dan Seni

CIAMIS, JABAR – PW. Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis untuk terus memberikan pembinaan kepada warga binaan. Berbagai program dikembangkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, pendidikan, literasi, hingga kemampuan seni sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Terbaru, Lapas Kelas IIB Ciamis memberikan pembinaan seni tradisional Sunda melalui pelatihan musik degung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali potensi dan kreativitas warga binaan sekaligus menciptakan aktivitas positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md.I.P., S.H., M.M., mengatakan pihaknya akan terus berupaya memberikan pembinaan sesuai kemampuan sumber daya dan personel yang tersedia.

“Semampu kami, dengan personel dan kemampuan yang ada, kami akan terus memberikan yang terbaik untuk warga binaan. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pembinaan, mereka dapat kembali kepada masyarakat dan berkontribusi untuk hal-hal yang positif,” kata Supriyanto, Kamis (13/8/2026).

Keterampilan Jadi Bekal Kemandirian

Program pembinaan di Lapas Ciamis mencakup sejumlah bidang, terutama kemandirian dan keterampilan kerja.

Warga binaan antara lain diberikan pelatihan membuat kursi taman yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dikembangkan agar memiliki peluang pasar di luar lapas.

Lapas Ciamis juga mengembangkan pertanian produktif dengan memanfaatkan lahan yang terbatas di lingkungan lapas. Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak eksternal dan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, warga binaan diberikan pelatihan pembuatan ember komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Berbagai keterampilan produktif lainnya juga terus dikembangkan, di antaranya pengolahan makanan, perikanan dan kegiatan usaha lainnya melalui kerja sama dengan pihak eksternal.

Pendidikan dan Literasi Tetap Diperkuat

Pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja. Aspek pendidikan dan literasi juga menjadi perhatian.

Melalui program Galendo, Lapas Ciamis menyediakan ruang untuk meningkatkan minat baca dan literasi warga binaan.

Lapas Ciamis juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memberikan kesempatan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C.

Program tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan meningkatkan pengetahuan sekaligus memiliki bekal pendidikan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Seni Degung Jadi Ruang Kreativitas

Seni menjadi salah satu bidang yang kini terus dikembangkan Lapas Ciamis. Warga binaan mendapatkan pembinaan seni tradisional Sunda berupa musik degung.

Supriyanto mengatakan kemampuan tersebut nantinya akan ditampilkan dalam kegiatan atau momentum tertentu sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembinaan.

“Kami saat ini memberikan pembinaan seni degung. Pada waktunya nanti akan kami tampilkan saat ada kegiatan atau momentum penting. Selain seni Sunda degung, kami juga memberikan pembinaan hadroh dan kegiatan seni lainnya,” ujarnya.

Pembinaan seni sebelumnya juga dilakukan melalui Pojok Musik Lapas. Dari ruang kreativitas tersebut, warga binaan berhasil menghasilkan karya berupa album “Harmoni Tanpa Batas”.

Lapas Ciamis juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Polres Ciamis melalui berbagai kegiatan seni yang melibatkan warga binaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan kepada masyarakat.

Inovasi Pelayanan Berbasis Digital

Selain pembinaan warga binaan, Lapas Ciamis juga terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik.

Salah satunya melalui SIMANJA (Sistem Informasi dengan Jawaban Akurat), yakni layanan informasi berbasis pesan otomatis WhatsApp untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait layanan pemasyarakatan, termasuk layanan bersyarat.

Kemudian terdapat SILACI (Sistem Layanan Terpadu Lapas Ciamis) yang dikembangkan sebagai sarana pelayanan terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan administrasi.

Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang lebih mudah, transparan dan responsif sekaligus meminimalkan potensi terjadinya praktik pungutan liar.

Mempersiapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Supriyanto menegaskan, seluruh program pembinaan yang dilakukan Lapas Ciamis memiliki tujuan utama mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan selama berada di dalam lapas.

“Kami ingin warga binaan memiliki keahlian dan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat. Jadi, masa pembinaan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan,” tuturnya.

Dengan berbagai program tersebut, Lapas Kelas IIB Ciamis berupaya menjadikan proses pembinaan sebagai ruang pembentukan kemandirian. Dari keterampilan kerja, pertanian, pendidikan, literasi hingga seni degung, seluruhnya diarahkan agar warga binaan memiliki bekal yang lebih baik.

Pada akhirnya, kreativitas yang tumbuh di balik jeruji diharapkan tidak berhenti menjadi aktivitas selama menjalani masa pidana. Bekal keterampilan dan seni tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat, hidup mandiri, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.***

Reporter:FAI