Surabaya, PW : Komandan Satuan Pendidikan Akademi Angkatan Laut (Dansatdik AAL), Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, S.T., M.Han., menegaskan bahwa keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat pesisir. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian pembinaan kepada peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai agen transformasi pembangunan nasional di wilayah pesisir.
Menurut Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, SDM unggul merupakan fondasi utama dalam mewujudkan transformasi Kampung Nelayan Merah Putih menuju masyarakat pesisir yang maju, mandiri, produktif, dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa para peserta SPPI harus memiliki karakter bahari, integritas, disiplin, kepemimpinan, serta semangat pengabdian sehingga mampu menjadi motor penggerak perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat nelayan.
“Transformasi Kampung Nelayan Merah Putih harus dimulai dari transformasi manusianya. Ketika SDM memiliki karakter, kompetensi, dan semangat melayani, maka nelayan tidak hanya bertahan hidup, tetapi mampu naik kelas menjadi pelaku ekonomi maritim yang modern, mandiri, dan sejahtera,” tegas Kolonel Marinir Kakung Priyambodo.
Ia menjelaskan bahwa konsep “Nelayan Naik Kelas” bukan sekadar peningkatan pendapatan, melainkan perubahan pola pikir menuju masyarakat pesisir yang adaptif terhadap teknologi, mampu mengelola potensi kelautan secara berkelanjutan, memperkuat kelembagaan ekonomi, serta menciptakan nilai tambah dari hasil perikanan. Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan maritim nasional.
Satdik AAL melalui pembinaan karakter Bela Negara dan kepemimpinan terus mendukung lahirnya generasi penggerak pembangunan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, loyalitas, gotong royong, serta etos kerja profesional diyakini menjadi modal utama dalam mempercepat keberhasilan program strategis nasional di kawasan pesisir Indonesia.
Melalui sinergi antara Satdik AAL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang menjadi penggerak ekonomi maritim nasional. Dengan SDM sebagai pilar utama transformasi, visi besar mewujudkan “Nelayan Naik Kelas” diyakini akan menjadi tonggak penting dalam mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia menuju Indonesia Emas 2045.