Danrem 151/Binaiya Optimistis Target Pembangunan KDKMP di Maluku Capai 300 Unit pada Agustus 2026

 

 

SBB PW Sabtu 16/05/2026 Usai mengikuti video conference peluncuran operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung KDKMP Desa Waisala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Komandan Korem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung menyampaikan optimismenya terhadap percepatan pembangunan dan pengoperasian KDKMP di wilayah Maluku.

 

Dalam keterangannya, Danrem menjelaskan bahwa secara nasional saat ini telah dilaunching sebanyak 1.061 KDKMP oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat melalui koperasi desa. Program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.

 

“Di wilayah Korem 151/Binaiya yang meliputi wilayah Maluku minus Kota Ambon, kita merencanakan pembangunan sekitar 1.129 KDKMP. Saat ini baru 13 yang sudah mencapai 100 persen,” ujar Danrem.

Menurutnya, pemerintah menargetkan pada akhir Juli hingga 16 Agustus 2026 mendatang jumlah KDKMP yang telah berdiri dan siap beroperasi secara nasional dapat mencapai sekitar 20 ribu hingga 30 ribu unit. Sementara itu, untuk wilayah Maluku sendiri ditargetkan mampu mencapai sekitar 300 KDKMP hingga Agustus nanti.

 

Brigjen TNI Raffles Manurung menegaskan bahwa kehadiran KDKMP merupakan kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masyarakat, karena manfaat utama dari berdirinya koperasi tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menyelesaikan semuanya sesuai target yang telah disampaikan pemerintah,” ungkapnya.

 

Ia juga mengakui bahwa kondisi cuaca dan faktor alam menjadi salah satu tantangan dalam proses pembangunan koperasi di wilayah Maluku. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target tersebut dapat tercapai dengan kerja sama semua pihak.

Terkait operasional koperasi,

 

Danrem menjelaskan bahwa koperasi yang telah selesai dibangun secara bertahap akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti perlengkapan operasional, kendaraan, hingga sistem administrasi agar dapat berjalan maksimal.

 

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan tenaga manajerial melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dari sekitar 30 ribu peserta yang sedang mengikuti proses seleksi secara nasional, nantinya akan ditempatkan sebagai manajer di masing-masing koperasi. “Khusus Maluku kemarin ada sekitar 300 orang yang sedang mengikuti tes. Setelah lulus dan dididik, mereka akan menjadi manajer di koperasi-koperasi kita,” tutup Danrem.@dy

Related posts