Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Pasuruan) PW : Kultum rutin setelah Sholat Dhuhur berjamaah prajurit Mako Kolatmar dalam rangka semarakkan Ramadhan yang digelar di Masjid Jannatin Mako Kolatmar Grati, Pasuruan, Rabu (04/03/2026).

Hadirin yang dirahmati Allah, ucap Ustad Serka Mar Hadi Prayitno pada kultumnya, dalam kajian ulama tasawuf seperti yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali, puasa memiliki tiga tingkatan.
Pertama, puasa orang awam,
menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib. Namun lisannya masih berdusta, masih ghibah, matanya masih melihat yang haram. Maka puasanya hanya mendapatkan lapar dan dahaga.
Rasulullah SAW bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.”

Kedua, puasa orang khusus.
Ia tidak hanya menjaga perutnya, tetapi juga menjaga lisannya dari dusta, menjaga matanya dari pandangan haram, menjaga telinganya dari mendengar keburukan, dan menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat. Inilah puasa yang mulai menghadirkan ketaqwaan.
Ketiga, puasa orang sangat khusus, yaitu puasa hati.
Ia menjaga hatinya dari iri, dengki, riya, sombong, dan segala penyakit hati. Hatinya hanya tertuju kepada Allah. Ia berpuasa bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai bentuk cinta dan penghambaan.
Mari kita naikkan kualitas puasa kita, berusahalah menjadi puasa orang khusus, bahkan puasa hati. Karena tujuan puasa adalah menjadi orang yang bertaqwa. Semoga Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertaqwa, jelasnya dan menutup kultum dengan doa.