Upacara Penurunan Bendera Tutup Perayaan Kemerdekaan MBD

TIAKUR, peloporwiratama. co.id – Kabupaten Maluku Barat Daya mengakhiri rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan upacara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih di halaman ruko Pasar Tiakur, Minggu sore (17/8/2025). Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily bertindak sebagai inspektur upacara dalam momen penutupan yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.

Upacara yang berlangsung menjelang senja ini melibatkan kolaborasi harmonis antara TNI, Polri, dan 29 anggota Paskibraka yang sama dengan upacara pagi, menunjukkan konsistensi dan profesionalisme dalam penyelenggaraan ritual kemerdekaan.

Petugas upacara penurunan bendera dipimpin Kapten Infanteri Sukamto selaku Danramil 1511/01/Tiakur sebagai perwira upacara, dengan Letnan Satu Arhanut Ruben Julius Souhuat dari Pasi Log Kodim 1511/Pulau Moa sebagai komandan upacara.

Struktur komando Paskibraka diperkuat dengan kehadiran Letnan Dua Tituler Marthin Tenlima dari BA TI UD Koramil 01 Tiakur sebagai komandan Paskibraka, sementara Johan Demianus Abraham Takandara dari SMA Negeri 13 MBD kembali memimpin sebagai danton Paskibraka.

Momen penurunan bendera menjadi simbol berakhirnya perayaan kemerdekaan, namun bukan berarti berakhirnya semangat untuk membangun bangsa. Tiga siswa yang sama dengan upacara pagi – Harbur Surya Putra Warikri, Junior Josua Petta, dan Luis Aksa Tuanakotta – kembali mengemban tugas mulia menurunkan bendera dengan penuh khidmat.

Kristina Lewier dari SMK Negeri 4 MBD bertugas sebagai pembawa bendera, menggantikan Patricia Gloria Saleky yang bertugas di upacara pagi. Iringan musik dari Korsik Eliora Music Brass memberikan nuansa sakral sepanjang jalannya upacara, sementara paduan suara SMP Negeri 1 Tiakur mempersembahkan lagu-lagu kebangsaan nasional dan daerah.

Upacara penurunan bendera menjadi penutup yang bermakna bagi rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di MBD. Konsistensi penyelenggaraan dari upacara pagi hingga sore menunjukkan kedisiplinan dan profesionalisme aparat serta generasi muda dalam menghormati simbol-simbol kebangsaan.

Tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” yang diusung dalam peringatan ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam pembangunan MBD ke depan. Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan, MBD memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan sekaligus membuktikan bahwa kemajuan dapat diwujudkan di mana pun.

Keterlibatan aktif generasi muda dalam kedua upacara kemerdekaan ini memberikan optimisme bahwa estafet kepemimpinan akan berjalan dengan baik. Dengan semangat yang tertanam dari peringatan HUT RI ke-80, MBD siap menghadapi tantangan pembangunan menuju masyarakat yang berdaulat, sejahtera, dan maju sesuai cita-cita kemerdekaan. (PW-19)

Related posts