Pelopor Wisata MBD : Bertempat di Aula Gedung Serbaguna Kelurahan Tiakur Kecamatan Moa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maluku Barat Daya Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pada Pemilihan Umum Tahun 2024.
Turut hadir dalam simulasi tersebut yakni, Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. Galih Perkasa, Kapolres MBD. AKBP Pulung Wietono, S.I.K, Sekertaris Daerah MBD. Drs Daud Remialy, Camat Moa. Marthen Naslewan, ketua devisi penyelengara Yoma Naskay, Devisi sosialisasi, pendidikan pemilih, Partisipasi masyarakat dan SDM. Aner Lenufna.
Ketua KPU MBD dalam hal ini diwakili oleh Ketua Devisi Penyelenggara Yoma Naskay menjelaskan, simulasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kendala dan melakukan mitigasi dini proses pemungutan suara dan penghitungan suara, memberikan gambaran kepada para pelaksana terkait proses pemungutan suara dan mengetahui estimasi waktu yang diperlukan untuk satu pemilih.
Dalam simulasi, surat suara yang digunakan berisi siluet calon dan logo partai dalam bentuk buah. Namun pemilih tetap menerima lima jenis surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota,”kata Naskay saat menyampaikan sambutan di Aula Serbaguna Kelurahan Tiakur, dikutip Pelopor Wiratama. Co. id (01/02).
“Dengan simulasi ini kita harap mereka mendapat gambaran lebih jelas pemungutan suara nanti seperti apa,” tambahnya.
PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Drs. Daud Remialy mengatakan, pihaknya mendukung simulasi pencoblosan dan penghitungan suara yang diinisiasi oleh KPU MBD. Sebab, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Pemilu.
“Intinya kami sangat mendukung, karena simulasi memberikan edukasi dan pembelajaran untuk masyarakat kita. Terima kasih kepada KPU dan Bawaslu. Jadilah penyelenggara yang dipercaya oleh masyarakat. Mudah-mudahan hasilnya nanti bermanfaat bagi Indonesia, khususnya MBD,” ujar Remialy.
Remialy mengimbau masyarakat untuk terus senantiasa menjaga persatuan menjelang Pemilu serentak 2024 mendatang. Ia meminta masyarakat MBD untuk jangan mudah terprovokasi yang nantinya dikhawatirkan mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Jangan pasif, jangan terlalu bereuforia, karena pesta demokrasi harus kita jaga bersama kondusifitas nya. Perbedaan pilihan itu biasa, karena namanya demokrasi. Biar kita beda-beda, tapi bukan untuk saling membenci, teruslah saling menjaga perdamaian dan kesatuan,” harapnya. (***EW19)