CIAMIS JABAR — PW.Gerakan Pramuka kembali menjadi ruang pembelajaran karakter bagi generasi muda di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 47 pangkalan dari jenjang SD, MI, SMP dan MTs ambil bagian dalam Lomba Tingkat (LT) II Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikoneng yang digelar di Lapang Sepak Bola Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpangkalan, tetapi juga menjadi wadah untuk menguji kedisiplinan, keterampilan, kecerdasan, kerja sama dan karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas kepramukaan.
Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Cikoneng, Dodo, S.Pd., mengatakan LT II merupakan program kegiatan yang dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat kwartir ranting dan merupakan turunan dari program Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis.
“Ini merupakan kegiatan LT II tingkat Kwaran Kecamatan Cikoneng yang sudah diprogramkan setiap lima tahun sekali, sebagai turunan dari program kegiatan yang ada di Kwarcab,” kata Dodo.
Menurutnya, LT II juga menjadi tahapan penting untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kwaran Cikoneng pada tingkat Kwarcab Kabupaten Ciamis.
Sebanyak 47 pangkalan mengikuti kegiatan tersebut dengan komposisi peserta putra dan putri. Mereka berasal dari berbagai satuan pendidikan mulai jenjang SD, MI, SMP hingga MTs.
Dodo menjelaskan, materi yang dilombakan cukup beragam. Untuk tingkat SD/MI terdapat 32 mata lomba, sedangkan tingkat SMP/MTs mengikuti 37 mata lomba.
Berbagai aspek diuji, mulai dari kegiatan keagamaan, keterampilan kepramukaan hingga Asta Karya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka.
“Tujuan kegiatan ini dalam rangka mendidik peserta didik dalam kepramukaan, terutama dalam moto Gerakan Pramuka, bahwa Pramuka itu adalah ‘Dasa Darmaku Kudarmakan’. Jadi ini bagian dari pengabdian dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan,” ujarnya.
Bagi Kwaran Cikoneng, nilai penting dari kegiatan tersebut bukan semata-mata siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, LT II diharapkan menjadi proses pembelajaran yang membentuk peserta didik agar terbiasa hidup disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan memiliki karakter positif.
Dodo menilai pembentukan karakter tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kegiatan ini penting dan harus dilaksanakan dalam rangka menanamkan kedisiplinan anak dan meningkatkan karakter peserta didik, termasuk meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia. Itu yang paling utama,” katanya.
Ia berharap pembinaan Pramuka ke depan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Aktivitas kepramukaan diharapkan terus hidup secara rutin di masing-masing pangkalan sehingga nilai-nilai yang diajarkan benar-benar menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
“Kegiatan ini harus kontinyu secara rutin, bukan hanya sekadar dalam kegiatan lomba-lomba, tetapi harus ada kegiatan di pangkalan masing-masing sehingga anak memiliki karakter dan bangga sebagai anggota Gerakan Pramuka,” harapnya.
Kepala Sekolah Guyub, Pramuka Jadi Ruang Pembelajaran
Dukungan terhadap pelaksanaan LT II juga disampaikan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Cikoneng, Asep Saepul, S.Pd., M.Pd.
Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengembangkan kedisiplinan, kecerdasan, keterampilan serta kemampuan bekerja sama.
Menurut Asep, kegiatan Pramuka memiliki nilai pendidikan yang tidak selalu dapat diperoleh peserta didik hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
“Untuk di wilayah pendidikan Kecamatan Cikoneng, seluruh kepala sekolah mulai dari SD, MI, SMP dan MTs semua guyub bersama dalam menyukseskan kegiatan LT II Gerakan Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Cikoneng,” ungkapnya.
Kebersamaan para kepala sekolah dan satuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan nonakademik.
LT II Gerakan Pramuka Kwaran Cikoneng pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang perlombaan dan perolehan nilai. Di balik berbagai mata lomba yang diikuti peserta, terdapat proses pembelajaran untuk membentuk generasi yang disiplin, mandiri, terampil, memiliki kepedulian dan mampu menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari lapangan Desa Kujang, semangat tersebut kembali ditegaskan: Pramuka bukan sekadar seragam dan perlombaan, tetapi proses panjang membentuk karakter generasi untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih tangguh dan berkualitas.***
Jurnalis: FAI