CIAMIS JABAR — PW.Bencana tanah longsor memutus akses Ruas Jalan Gardu-Ciilat di Dusun Cinutug Blok Depok, RT 04 RW 06, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten Ciamis bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan kajian teknis untuk menentukan solusi permanen terhadap infrastruktur yang terdampak.
Longsor terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Material longsoran menyebabkan badan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 60 meter terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Ciamis. Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya bersama unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dan Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf. Antonius Ari Widiyono, meninjau langsung lokasi bencana.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut unsur Forkopimcam Cipaku, termasuk Camat Cipaku dan jajaran terkait.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumilar, menyampaikan keterangan tersebut usai melakukan peninjauan bersama unsur Forkopimda di lokasi longsor.
Menurut Taufik, berdasarkan pemeriksaan awal, longsor diduga berkaitan dengan kebocoran Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Nanggela yang berada di atas tebing. Kebocoran tersebut diduga membuat kondisi tanah menjadi jenuh air sehingga memicu keruntuhan tebing dan membawa material badan jalan di bawahnya.
Meski demikian, pemerintah daerah belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab pasti bencana tersebut.
“Penyebab pasti terjadinya longsor masih memerlukan penelitian dan penyelidikan teknis lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak akan mengambil kesimpulan sebelum hasil kajian teknis diperoleh,” kata Taufik.
Tidak Ada Korban Jiwa, Dua Infrastruktur Terdampak
Hingga penanganan awal dilakukan, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Namun, kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah.
Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak terhadap tanggul Saluran Irigasi DI Nanggela. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu suplai air ke lahan pertanian apabila tidak segera ditangani.
“Untuk tahap awal, yang paling penting adalah memastikan lokasi aman dan menghentikan sumber air yang diduga berkontribusi terhadap pergerakan tanah,” ujar Taufik.
DPUTRP kemudian melakukan langkah darurat dengan menahan sementara kebocoran saluran irigasi menggunakan terpal. Aliran air juga dialihkan melalui pipa untuk mengurangi tekanan air dan menekan potensi terjadinya longsor susulan.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis melakukan pengaturan lalu lintas dengan menutup total Ruas Jalan Gardu-Ciilat untuk sementara waktu.
Penutupan dilakukan demi mencegah pengguna jalan memasuki kawasan yang masih berisiko.
Akses Warga Dialihkan
Selama ruas jalan ditutup, masyarakat dari arah Ciilat dapat menggunakan jalur alternatif melalui Ruas Jalan Rajadesa-Cikaso dan Ruas Jalan Cibadak-Cipondok.
Sementara dari arah Gardu, pengguna jalan dapat memanfaatkan jalan desa menuju Ruas Jalan Cibadak-Cipondok.
Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati titik longsor dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Jalan Tak Sekadar Diperbaiki, Jembatan Disiapkan
Penanganan permanen menjadi tantangan tersendiri karena kondisi topografi di lokasi mengalami perubahan signifikan setelah longsor.
Taufik menjelaskan, kondisi tersebut membuat pembangunan kembali jalan dengan pola seperti sebelum bencana tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.
Pemerintah Kabupaten Ciamis kini menyiapkan alternatif pembangunan jembatan penghubung pada lokasi terdampak.
Namun, rencana tersebut terlebih dahulu harus melalui tahapan penyelidikan kondisi tanah dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.
“Penanganan permanen tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena kondisi topografi sudah berubah akibat longsor dan masih diperlukan kajian teknis,” jelas Taufik.
Untuk Saluran Irigasi DI Nanggela, pemerintah juga menyiapkan opsi perubahan trase saluran dengan mempertimbangkan kondisi medan setelah terjadi longsor. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi sistem pengairan sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi lapangan yang baru.
Bupati: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan akses warga.
“Kami meminta jajaran terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, tetapi untuk penanganan permanen harus berdasarkan kajian teknis yang tepat. Kondisi lokasi sudah berubah akibat longsor, sehingga solusi yang dibangun harus aman dan dapat memberikan akses yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Herdiat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
Masyarakat sekitar diminta tidak mendekati titik longsor, mengingat masih terdapat potensi pergerakan tanah. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan retakan, pergerakan tanah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan penanganan bencana akan disampaikan melalui saluran informasi resmi pemerintah daerah.
Bencana tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan infrastruktur pascalongsor tidak cukup hanya dengan memulihkan akses secara cepat. Keselamatan konstruksi, kondisi geologi, sistem pengairan, serta keberlanjutan akses masyarakat harus menjadi satu kesatuan dalam menentukan solusi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, keselamatan warga menjadi pijakan utama, sementara kajian teknis menjadi dasar agar infrastruktur yang dibangun kembali bukan hanya dapat digunakan, tetapi juga mampu menghadapi kondisi medan secara lebih aman dan berkelanjutan.***
Jurnais:FAI