Tanah Bumbu – Tim Penyuluhan dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menyelenggarakan kegiatan pembekalan dan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antardesa dan instansi guna mengantisipasi potensi bencana karhutla di wilayah tersebut. Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Satui, Hendra Jaya, S.T., M.T. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Muspika Satui, perwakilan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Polsek Satui, Danramil, BPBD, Damkar Kabupaten Tanah Bumbu, Puskesmas, KUA, perwakilan desa, Linmas, tokoh adat, serta relawan setempat.
Tim Satgas Mabes TNI yang hadir memberikan pembekalan dipimpin oleh Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., bersama Pabutb Was Afrika & Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P., dan Pasipropat Setum Secapaad Kapten Inf Pery Supendi, S.I.P.
Dalam arahannya, Camat Satui Hendra Jaya menyampaikan apresiasi atas pembekalan yang diberikan oleh Tim Mabes TNI. Ia memaparkan kondisi geografis wilayah Kecamatan Satui yang saat ini tergolong rawan karhutla. Terlebih, ketersediaan cadangan air di embung-embung desa dilaporkan mulai menipis akibat musim kemarau. Menanggapi situasi ini, unsur Muspika setempat telah mengintensifkan sosialisasi serta patroli lapangan guna merubah kebiasaan manual masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar.
Sementara itu, perwakilan Tim Mabes TNI menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud pelaksanaan arahan strategis Presiden terkait sinergitas Gulbencal hingga ke tingkat daerah. Penurunan personel dari pusat dan daerah ini mengacu pada amanah undang-undang mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana.
Tim Mabes TNI juga mengapresiasi kesiapan jajaran Satgas Karhutla di tingkat kecamatan. Pihaknya menekankan pentingnya tiga pilar penanganan karhutla, yaitu sosialisasi yang masif, aksi pemadaman yang cepat, serta penindakan hukum yang tegas.
Di akhir penekanan Tim Mabes TNI mendorong adanya kolaborasi lebih erat antara pemerintah daerah dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk membangun fasilitas embung air baru dan memperkuat pemenuhan sarana pemadam kebakaran di wilayah Satui (HSD/Sahlan/PenKodim1022)