ANGSANA, TANAH BUMBU – Antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus ditingkatkan hingga ke tingkat tapak. Guna memastikan kesiapsiagaan di daerah, Tim Penyuluhan dari Markas Besar (Mabes) TNI turun langsung menggelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Karhutla di Aula Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (3/9/2026)
Langkah taktis ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI demi membangun kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah dalam aksi cepat penanganan Karhutla.
Tim Satgas Mabes TNI yang hadir membawa rombongan narasumber ahli, di antaranya Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K)., FISQUA, serta Paban Utama Was Afrika & Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P., didampingi Kapten Inf Pery Supendi, S.I.P.
*Kolaborasi Pusat-Daerah, Jaga Angsana Tetap ‘Hijau*
Dalam paparannya, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah menekankan bahwa kehadiran tim di wilayah hilir bertujuan untuk memantau langsung sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai dampak fatal Karhutla.”Tugas kami memberikan gambaran luas. Karhutla bukan sekadar masalah asap, tetapi ada dampak domino yang merugikan kesehatan masyarakat dan melumpuhkan perekonomian warga terdampak,” ujar Dr. Hisnindarsyah di hadapan peserta.
Sementara itu, Kolonel Arh Hany Mahmudhi mengingatkan bahwa Karhutla adalah ancaman serius lintas sektor yang berpotensi menjadi isu internasional jika dampaknya meluas ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.
“Arahan Bapak Presiden sangat jelas: penanganan Karhutla harus menyeluruh. Mulai dari sosialisasi, aksi nyata, hingga penegakan hukum. TNI sendiri telah menyiagakan personel, alutsista, dan dukungan operasional penuh di lapangan untuk memastikan api tidak meluas,” tegas Kolonel Hany.
*Apresiasi Lokal: Situasi Terpantau Rendah dan Normal*
Camat Angsana, Taryono, SP., menyambut hangat dan mengapresiasi perhatian besar dari Mabes TNI yang bersedia memonitoring langsung kondisi di wilayahnya. Ia melaporkan bahwa sejauh ini kesadaran masyarakat Angsana cukup tinggi, sehingga potensi titik api (hotspot) masih berada di level yang sangat rendah.
“Saat ini situasi Karhutla di Angsana masih dalam tahap normal. Ini semua berkat sinergi dan kesiapan semua lini untuk melakukan antisipasi dini,” kata Taryono didampingi unsur Forkopimcam yang berhadir.
Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dihadiri oleh seluruh elemen penting di Kecamatan Angsana. Tampak hadir Pasi Ops Kodim 1022/Tnb Kapten Inf Sahlan, Danramil 1022-07/Angsana Kapten Kav Yudha W., Kapolsek Karang Bintang Ipda Agus Sujarwo, Kepala Puskesmas, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Angsana, Tim Reaksi Cepat (TRC) perusahaan lokal, hingga relawan masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, seluruh elemen di Kecamatan Angsana berkomitmen untuk memperketat ronda siber pantauan titik api dan meningkatkan kesiapsiagaan mandiri demi menjaga wilayah Tanah Bumbu bebas dari asap Karhutla(HSD/SAHLAN/PenKodim1022)