Kolonel Marinir Kakung Priyambodo: Satdik AAL Terapkan Kurikulum Terintegrasi Bela Negara dan Manajerial bagi Siswa SPPI Kampung Nelayan Merah Putih

Surabaya, PW : Satuan Pendidikan Akademi Angkatan Laut (Satdik AAL) menerapkan kurikulum terintegrasi dalam penyelenggaraan pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kurikulum tersebut memadukan pendidikan Bela Negara yang menjadi kompetensi Satdik AAL dengan materi manajerial yang disampaikan oleh para praktisi dan narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta AGRINAS, sehingga membentuk suatu sistem pendidikan yang saling melengkapi dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

 

Program yang diselenggarakan oleh BPSDM Han Kementerian Pertahanan RI ini dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki karakter kebangsaan, disiplin, loyalitas, dan jiwa pengabdian kepada bangsa, tetapi juga menguasai kompetensi manajerial sesuai jabatan yang akan diemban. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan tidak berhenti pada pembentukan karakter, melainkan juga menyiapkan kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pengelolaan operasional yang profesional.

 

Materi manajerial disusun sesuai jabatan yang akan ditempati para peserta, yaitu Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, dan Administrasi Keuangan. Dengan pendekatan ini, setiap siswa dipersiapkan untuk memahami fungsi strategis, tanggung jawab, serta standar profesional yang melekat pada jabatan masing-masing, sehingga mampu bekerja secara efektif, akuntabel, dan berintegritas ketika menjalankan tugas di Kampung Nelayan Merah Putih.

 

Dansatdik AAL, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, menegaskan bahwa integrasi antara pendidikan Bela Negara dan kompetensi manajerial merupakan kekuatan utama dalam mencetak lulusan SPPI. “Bela Negara membentuk karakter, integritas, disiplin, dan semangat pengabdian. Sementara kompetensi manajerial membentuk kemampuan memimpin, mengelola organisasi, mengambil keputusan, dan memberikan hasil yang nyata. Ketika keduanya dipadukan dalam satu kurikulum yang terintegrasi, akan lahir sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan siap mengemban amanah untuk membangun masyarakat,” ujarnya.

 

Kolonel Marinir Kakung Priyambodo menambahkan bahwa sinergi antara BPSDM Han Kemhan RI sebagai penyelenggara program, Satdik AAL sebagai pelaksana pendidikan Bela Negara, serta KKP dan AGRINAS sebagai mitra penyedia materi manajerial merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan SDM unggul. Melalui kurikulum yang terintegrasi ini, diharapkan lulusan SPPI Kampung Nelayan Merah Putih mampu menjadi penggerak pembangunan kawasan pesisir, memperkuat tata kelola yang profesional, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan mendukung keberhasilan program strategis nasional.

Related posts