TNI AL, Pasmar 1. Dalam rangka mempertajam kemampuan medis lapangan dan memperkuat sinergi antar matra, prajurit Batalyon Kesehatan 1 (Yonkes 1) Marinir TNI AL mengikuti kegiatan “Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Integratif TNI 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh personel kesehatan dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Prof. Dr. Satrio, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jum’at (23/01/2026).
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA.
Pelatihan BTCLS bersangsung selama 4 hari dari Tanggal 19 s/d 23 Januari 2026. Fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapan personel kesehatan TNI dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok melalui profesionalisme yang tinggi di bidang medis gawat darurat.
Tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, para peserta juga diuji melalui berbagai simulasi penanganan pasien gawat darurat secara langsung.
Dalam salah satu sesi, prajurit Yonkes 1 Marinir terlihat cekatan melakukan tindakan medis pada pasien simulasi yang mengalami luka trauma berat.
Penggunaan peralatan medis seperti cairan infus dan teknik pernapasan buatan menjadi materi krusial yang dilatihkan untuk memastikan setiap prajurit mampu menjaga nyawa rekan di medan tugas.
Di tempat terpisah, Danyonkes 1 Mar Letkol Laut (K) dr Anggiat Purba, Sp.S., M.Han., menyampaikan pesan mendalam kepada para anggotanya. Beliau menekankan bahwa kemampuan BTCLS bukan sekadar sertifikasi, melainkan nafas bagi setiap personel kesehatan.
‘Pelatihan integratif ini adalah momentum emas untuk Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL menyamakan persepsi dan prosedur medis dengan matra lain, sehingga saat bertugas di operasi gabungan, kita adalah satu kesatuan yang solid demi keselamatan nyawa prajurit di garda terdepan,” ujarnya.