Tapanuli Selatan, PW: TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1. Kondisi lingkungan pascabencana yang lembab dan berlumpur seringkali menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit di kalangan pengungsi. Guna mencegah terjadinya wabah kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Marinir TNI AL memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (12/01/2026).
Dalam aksi kemanusiaan ini, personel Yonkes 1 Marinir melakukan pemeriksaan rutin dan pengobatan luka, beberapa layanan utama yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), konsultasi kesehatan umum, hingga perawatan luka terbuka. Mengingat banyaknya material sisa bencana dan kondisi air yang kurang bersih, perawatan luka menjadi prioritas untuk mencegah infeksi serius seperti tetanus atau selulitis.
Lebih lanjut, Lettu Laut (K) Tri Rahmat Widada selaku Danton Kesehatan di lapangan mengatakan, “Hal ini dilakukan untuk memastikan warga mendapatkan penanganan cepat tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan permanen yang mungkin terdampak bencana,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan di tiga titik pengungsian, tercatat banyaknya kasus keluhan kesehatan, dengan keluhan terbanyak berupa Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan hipertensi. Data tersebut menjadi dasar penguatan layanan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Kehadiran Satuan Tugas PRCPB Marinir TNI AL di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi para korban dalam menghadapi masa pemulihan.
Kegiatan layanan kesehatan ini merupakan komitmen TNI Angkatan Laut melalui jajaran Korps Marinir untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, khususnya dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam di seluruh pelosok negeri.