(Jakarta). Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. menerima brevet kehormatan dari satuan elite Angkatan Laut Amerika Serikat, Assault Craft Unit 5 (ACU-5). Brevet tersebut disematkan langsung oleh Commanding Officer, Captain USN Pollard, di atas wahana pendarat canggih Landing Craft Air Cushion (LCAC), sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan Dankormar menyelesaikan kualifikasi operasional, navigasi, dan pengendalian langsung LCAC di perairan California Amerika Serikat. Jumat (13/06/2025).
Landing Craft Air Cushion sendiri merupakan kendaraan militer luar biasa yang mampu membawa muatan hingga 75 ton, termasuk tank tempur utama M1 Abrams, melintasi garis pantai dengan kecepatan tinggi. Dengan teknologi bantalan udara, LCAC mampu menjangkau lebih dari 70 persen garis pantai dunia, jauh melampaui jangkauan kapal pendarat konvensional yang hanya bisa mendarat di sekitar 15 persen wilayah pantai global. Keunggulan ini menjadikan LCAC ujung tombak serbuan amfibi modern.
Penghargaan dari ACU-5 ini menegaskan posisi Marinir Indonesia sebagai mitra strategis yang tangguh dan kredibel di mata dunia. Semangat juang, keberanian, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi militer modern menjadi nilai utama yang ditunjukkan Komandan Korps Marinir dalam setiap kesempatan. Sebuah pencapaian yang akan dikenang, tidak hanya dalam sejarah Korps Marinir, tetapi juga dalam lembaran diplomasi militer Indonesia di tingkat global.