Tasikmalaya Kota, Jabar — PW-Tuberkulosis (TB) merupakan jenis penyakit menular secara langsung yang disebabkan oleh kuman (Mycobacterium Tuberculosis). TB tersebut, bukan penyakit keturunan, kutukan atau guna-guna. TBC dapat menyerang siapa saja, akan tetapi penyakit ini dapat disembuhkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puskesmas (KAPUS) Cibeureum Drg.Titin hajari, saat di wawancarai oleh awak media bertempat di ruang kerjanya UPTD Puskesmas Cibeureum, Jum’at (10/11/2023).
Pemeriksaan TB bisa dilakukan di Puskesmas Cibereum, langkah awal yang dilakukan pihaknya kepada pasien yaitu dengan pemeriksaan TCM (Alat Test Cepat Molekuler), karena puskesmas tidak memiliki alat TCM sendiri, maka sampel dahaknya dikirim oleh Puskesmas ke RSUD Kota Tasik untuk diperiksa.Selain ke RSUD, untuk TCM Puskesmas Cibeureum biasa merujuk ke TCM Puskesmas Purbaratu atau Puskesmas Kersanagara, karena di Puskesmas ke dua tersebut sudah tersedia TCM.
Menurut Dia, Kasus terdiagnosis tuberkolosis (TB) di daerah Kecamatan Cibeureum ditahun 2023 adalah TBC Sensitiv Obat (SO) mencapai 74 orang, sedangkan jumlah TBC Resistensi Obat (RO) ada 2 orang.
“Untuk pengobatan TBC RO dirujuk ke RSUD Kota Tasik, adapun Puskesmas melaksanakan pemantauan dalam pengobatannya.Sedangkan TBC Sensitiv Obat (SO) bisa ditangani di Puskesmas, karena obat anti tuberkolasis (OAT) tersedia di Puskesmas,” Katanya.
Kemudian kata Dia, pengobatan TB adalah program pemerintah sehingga semua pelayanan yang dilaksanakan untuk pasien-pasien TB tersebut gratis, tinggal bagaimana orang yang sudah positif TB ini disiplin dalam pengobatan, karena pengobatannya cukup lama yaitu sampai enam bulan.
Menurut Dia, yang dihawatirkan ialah ketika pasien tersebut putus obat, karena nanti akan menjadi resisten kemudian MDR dan yang lebih parah lagi jadi XDR. Karena rata-rata pasien yang meninggal itu yang sudah masuk ke fase MDR (Multi Drug Resisten) dan XDR (eXtensively Multi Drug Resisten).
Dia berharap semua pihak bisa mengetahui tentang bagaimana pelayanan TB ini. Bagi masyarakat atau yang sudah terkena TB bisa disiplin dalam pengobatan sesuai dengan anjuran dari atau aturan obat yang harus dimakan.
“Ketika si penderita disiplin dalam pengobatan maka Insya Alloh TB ini akan bisa sembuh. Tapi kalau tidak disiplin atau putus obat dihawatirkan menjadi resisten atau bakteri tuberkulosis ini menjadi kebal,” ungkapnya.
“Berharap kepada masyarakat jangan malu dan jangan takut, apabila mempunyai keluhan gejala TB seperti demam, batuk yang berkepanjangan, sesak di bagian dada, kelelahan berkeringat di malam hari serta berat badan yang menurun drastis yang untuk segera datang ke Puskesmas guna dilakukan pemeriksakan diri,” Tandasnya
Penulis: Adyluhung