Lantik Pejabat dan ASN, Bupati Ciamis Tekankan Tanggung Jawab Baru hingga Pelayanan Publik

CIAMIS, JABAR— PW.Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bukan sekadar agenda seremonial birokrasi. Di balik setiap promosi, mutasi dan pengangkatan terdapat tanggung jawab baru yang harus dijawab melalui kinerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herdiat saat melantik sejumlah pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Pelantikan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Jumat (2/10/2026).

Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat dan PNS yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa jabatan baru harus dimaknai sebagai amanah dengan konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar.

“Saya berharap saudara-saudara tidak hanya menerima jabatan baru, tetapi juga menerima tanggungjawab baru, tantangan baru dan ukuran keberhasilan yang baru,” ujar Herdiat.

Menurutnya, reorganisasi dan penempatan formasi baru setidaknya memiliki tiga tujuan utama, yakni penyegaran organisasi, pemenuhan kebutuhan organisasi dan pengembangan karier aparatur.

Penyegaran organisasi, kata Herdiat, diperlukan untuk mencegah stagnasi dan kejenuhan dalam rutinitas kerja. Rotasi dan mutasi diharapkan dapat memperluas wawasan aparatur, meningkatkan kemampuan beradaptasi serta membuka ruang bagi lahirnya inovasi dan terobosan baru.

“Melalui penugasan di tempat yang baru, diharapkan muncul energi dan semangat kerja baru,” katanya.

Sementara pemenuhan kebutuhan organisasi dilakukan berdasarkan dinamika serta urgensi pemerintahan. Penempatan aparatur pada posisi manajerial, fungsional maupun jabatan lainnya diharapkan mampu menjamin keberlangsungan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

 

Herdiat menekankan, penempatan aparatur yang kompeten pada posisi yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan target kinerja dan program prioritas pembangunan dapat berjalan secara optimal, efektif dan berkesinambungan.

Adapun pengembangan karier merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemberian ruang kepada ASN yang memiliki dedikasi, kapabilitas dan rekam jejak yang baik untuk terus memberikan kontribusi bagi organisasi.

Camat Diminta Turun Langsung ke Masyarakat

Secara khusus, Herdiat memberikan pesan kepada para camat yang baru dilantik. Menurutnya, camat merupakan perpanjangan tangan kepala daerah di wilayah sekaligus ujung tombak pelayanan publik dan pamong bagi masyarakat.

Karena itu, para camat diminta tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mengenali kondisi wilayah serta membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat.

“Kenali wilayah saudara, rangkul tokoh masyarakat, dan pastikan pemerintah hadir dalam setiap permasalahan warga,” tegasnya.

Herdiat juga meminta camat mampu merespons secara cepat berbagai persoalan sosial, menjaga kondusivitas wilayah serta mengawal program prioritas pemerintah, termasuk upaya penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Pejabat Administrator Harus Perkuat Kolaborasi

Kepada pejabat administrator dan pengawas, Herdiat mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial dalam menggerakkan roda organisasi.

Para pejabat tersebut diharapkan mampu memastikan administrasi pemerintahan berjalan efektif, efisien dan transparan. Mereka juga dituntut menjadi penghubung yang mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi pelaksanaan kerja di tingkat staf.

“Saudara harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan pimpinan dan eksekusi staf di bawah, dan perkuat kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Sementara kepada pejabat fungsional ahli utama, Herdiat meminta agar capaian jenjang karier tersebut tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi. Posisi tersebut, menurutnya, harus diikuti kontribusi strategis melalui gagasan, inovasi dan rekomendasi kebijakan yang berbasis data serta keahlian masing-masing.

Adapun bagi pejabat fungsional yang baru diangkat, Herdiat meminta mereka terus mengembangkan kompetensi, menjaga profesionalisme dan membuktikan keahlian yang dimiliki melalui kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja instansi.

Sumpah Jabatan dan Integritas

Lebih jauh, Herdiat mengingatkan seluruh pejabat dan PNS yang dilantik agar memegang teguh sumpah yang telah diucapkan.

Ia menekankan bahwa sumpah jabatan bukan hanya disaksikan oleh pimpinan dan peserta yang hadir, tetapi juga merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Sumpah tersebut, kata Herdiat, merupakan janji untuk mengabdi kepada bangsa dan negara serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tulus.

Karena itu, integritas harus menjadi fondasi dalam menjalankan setiap amanah. Para aparatur diminta menjauhi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta menjadikan Core Values ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Nilai BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam perilaku kerja dan setiap pengambilan keputusan.

“Selamat bekerja dan selamat mengabdi, serta tunjukkan kinerja terbaik saudara. Mari kita bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih, melayani, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis,” pungkas Herdiat.***

Jurnalis: FAI

Related posts