Tradisi Jung Kwatu LagaNaga Meriahkan HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Kolonel Marinir Kakung : Semangat Kemerdekaan Menuju Kebangkitan Maritim Indonesia 

MOJOKERTO, PW :  Tradisi Jung Kwatu melalui Lomba LagaNaga kembali menghadirkan semangat kebersamaan dan patriotisme dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan sekadar perlombaan dayung, LagaNaga menjadi ruang pembinaan generasi muda yang mengintegrasikan olahraga, budaya, gotong royong, disiplin, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap lingkungan dan identitas bahari Indonesia.

Pembina Jung Kwatu, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, menegaskan bahwa LagaNaga memiliki makna strategis karena tradisi Jung Kwatu tidak berhenti pada pelestarian budaya, tetapi diarahkan menjadi bagian dari proses membangun karakter generasi muda bahari. Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan harus diterjemahkan generasi saat ini melalui prestasi, persatuan, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan zaman.

 

“Jung Kwatu adalah laboratorium karakter bahari. Dari tradisi dan olahraga dayung, kita membangun disiplin, kekompakan, kepemimpinan, daya juang, sportivitas, dan semangat berprestasi. Semangat Kemerdekaan harus kita lanjutkan menuju kebangkitan Maritim Indonesia,” ujar Kolonel Marinir Kakung.

 

LagaNaga juga menjadi simbol bahwa kekuatan maritim Indonesia tidak hanya dibangun melalui armada dan infrastruktur, tetapi juga melalui manusia Indonesia yang memiliki karakter bahari. Generasi muda perlu diperkenalkan kembali kepada air, sungai, laut, olahraga dayung, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat bahari agar tumbuh kesadaran bahwa masa depan Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan maritimnya.

 

Dalam perspektif tersebut, Jung Kwatu menjadi sebuah model pembinaan yang memadukan tradisi, olahraga, karakter, prestasi, dan wawasan kebaharian. Implementasi gagasan tersebut telah dikembangkan sejak 2021 dengan menempatkan kegiatan dayung bukan hanya sebagai aktivitas olahraga, melainkan sebagai sarana membentuk generasi muda yang tangguh, kompetitif, berkarakter dan memiliki orientasi terhadap kejayaan maritim Indonesia.

 

Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI melalui LagaNaga sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan karya nyata. Dari tepian sungai dan tradisi Jung Kwatu, semangat itu diarahkan menjadi energi baru untuk melahirkan Pejuang Prestasi Generasi Muda Bahari yaitu generasi yang tidak hanya bangga terhadap sejarah dan budaya bangsa, tetapi mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang maju, berdaulat, sejahtera dan disegani dunia.

 

“Dari Jung Kwatu kita belajar bahwa kebersamaan melahirkan kekuatan. Dari dayung kita belajar bahwa tujuan hanya dapat dicapai ketika semua bergerak dalam irama yang sama. Inilah semangat kemerdekaan yang ingin kita wariskan: bergerak bersama, berprestasi bersama, dan membawa Indonesia menuju kebangkitan maritim,” pungkas Kolonel Marinir Kakung Priyambodo.

 

Lomba LagaNaga kali ini dipimpin oleh: Ketua Panitia Dymas Aji P dan Wakil Ketua Qitarah Yesenia F.

Adapun para juaranya yakni: Juara 1 Tim 4 yang diperkuat Syafaat Guna, Azzahra, Thoriq, dan Pratama; Juara 2 Tim 13 yang terdiri dari Karel, Dias, Bisma, dan Ibrahim; serta Juara 3 Tim 12 yang beranggotakan Zaki, Alya, Adit, dan Sandi.

Related posts