Jakarta, PW: Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan personel di medan tugas, prajurit Batalyon Kesehatan 1 Marinir (Yonkes 1 Mar) TNI AL menggelar latihan pendalaman materi medis lapangan dan First Aid (Pertolongan Pertama). Kegiatan yang berlangsung di Batalyon Kesehatan 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (07/03/2026).
Meningkatkan profesionalisme prajurit tidak selalu dilakukan di lapangan terbuka. Melalui sesi sharing knowledge yang intensif, para personel dibekali teknik medis dasar yang sesuai standar kesehatan. Dalam simulasi tersebut, prajurit belajar secara langsung cara menggunakan tensimeter manual dan prosedur aseptik dalam tindakan medis dasar.
Kemampuan ini menjadi aset vital, terutama saat berada di daerah terpencil yang minim akses fasilitas kesehatan, menjadikan setiap personel sebagai garda terdepan dalam keselamatan tim. Tidak hanya mahir dalam strategi pertempuran, prajurit masa kini dituntut memiliki kemampuan medis yang mumpuni.
Sejumlah prajurit tampak antusias mengikuti pendalaman materi Kesehatan Lapangan (Keslap). Mereka mempraktikkan teknik-teknik krusial seperti pemasangan infus, pengecekan tekanan darah, hingga penanganan gawat darurat. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan rasio keselamatan personel di medan penugasan.
Di tempat terpisah, Komandan Batalyon Kesehatan 1 Marinir Letkol Laut (K) dr. Anggiat Purba, Sp.S., M.Han., menekankan bahwa kemahiran medis bukanlah sekadar kewajiban teknis, melainkan sebuah amanah kemanusiaan.
”Setiap tetes cairan infus dan setiap detak jantung yang kalian periksa adalah bentuk dedikasi kita untuk menjaga nyawa rekan sejawat. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, karena di medan laga, ketenangan dan kecepatan tangan kalian adalah garis tipis antara hidup dan mati. Jadilah prajurit kesehatan yang tidak hanya cerdas secara teori, tapi juga memiliki hati yang tulus untuk menolong,” ucap Danyonkes 1 Mar.