Bangka Belitung, PW: TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1. Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., mengikuti peninjauan Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah perairan Bangka Belitung, Minggu (15/02/2026). Latihan ini melibatkan unsur kapal perang, udara, hingga pasukan pendarat Korps Marinir sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan dan interoperabilitas tempur.
Pasukan pendarat dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dari Korps Marinir TNI AL juga turut terlibat sebagai salah satu komponen utama pertahanan pantai dan pulau-pulau strategis. Dalam latihan ini, unsur Korps Marinir tidak hanya defensif, tetapi juga ofensif dengan tujuan untuk menahan dan menghancurkan kekuatan lawan sebelum mendarat dalam skenario operasi anti amfibi.
Kegiatan peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., serta para pimpinan daerah yang sekaligus menegaskan sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah perairan strategis.
Selain demonstrasi manuver tempur laut dan udara, TNI AL turut memamerkan barang bukti hasil Operasi Keamanan Laut (Opskamla) berupa komoditas timah balok, pasir timah, dan Logam Tanah Jarang (LTJ) dengan nilai total Rp173,6 miliar. Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan TNI AL terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pemberantasan praktik illegal mining serta penyelundupan sumber daya alam.