Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL Sigap dan Profesional Tangani Korban Bencana Alam di Sumatera

Tapanuli Selatan, PW: TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1. Di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera, prajurit Batalyon Kesehatan 1 Marinir (Yonkes 1 Mar) TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) berdiri tegak di garis depan. Bukan dengan senjata kali ini mereka membawa tandu, alat medis lapangan, dan dedikasi tanpa batas untuk kemanusiaan, ertempat di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tanapuli Selatan, Selasa (27/01/2026).

Kecepatan adalah kunci dalam hitungan jam sejak instruksi diturunkan, tim medis mobile telah digelar di titik-titik terdampak bencana di Sumatera. Dengan kemampuan profesionalisme medis tingkat tinggi, mereka melakukan evakuasi menembus medan yang terisolasi akibat longsor dan banjir bandang.
​Kesiapsiagaan 24 jam bukan sekadar semboyan, tim medis Yonkes 1 Marinir tetap tenang melakukan tindakan penyelamatan nyawa bagi warga yang terluka, membuktikan bahwa Korps Marinir tidak hanya tangguh dalam pertempuran, tetapi juga lembut dalam pelayanan kemanusiaan.

Ditempat terpisah, Danton Kesehatan Lettu Laut (K) Tri Rahmat Widada, menekankan bahwa tugas ini adalah bentuk nyata dari sumpah prajurit kepada bangsa dan negara, “Kalian adalah harapan terakhir bagi mereka yang sedang terjepit bencana bekerjalah dengan hati, namun tetap dengan presisi medis yang tajam. Jangan ada keraguan, karena di pundak kalian, nama baik TNI AL dan nyawa rakyat dipertaruhkan. Jadilah pelipur lara bagi mereka yang kehilangan, dan jadilah kekuatan bagi mereka yang lemah. Ingat, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.

Kehadiran Yonkes 1 Marinir di Sumatera tidak hanya memberikan bantuan medis secara fisik, tetapi juga dukungan psikologis bagi para pengungsi. Kecepatan dalam membangun fasilitas kesehatan di daerah bencana memastikan bahwa krisis kesehatan pasca-bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

Related posts