BKP-BTR Gelar Pelatihan Deep Learning bagi 33 Guru SMA di Pulau Wetar

WETAR, peloporwiratama.co.id – PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, menggelar pelatihan implementasi sistem pembelajaran mendalam (deep learning) dan coding bagi guru SMA di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 13-15 November, diikuti 33 guru dari SMAN 16 MBD dan SMAN 6 MBD.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasional tambang. Peserta dari Kecamatan Wetar Timur tidak dapat menghadiri pelatihan karena kondisi cuaca laut yang tidak memungkinkan.

General Manager Operation BKP-BTR, Jimmy Bob Suroto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan di Pulau Wetar. Dukungan tersebut mencakup program beasiswa, pembangunan dan renovasi ruang belajar, serta penyediaan buku dan fasilitas pendidikan. Selain Desa Uhak dan Lurang, bantuan kini diperluas hingga Desa Naumatang dan Eray.

“Kami akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai bantuan pendidikan, disesuaikan dengan kemampuan perusahaan saat ini,” ujar Jimmy Bob.

Superintendent Community Relations BKP-BTR, Wilfridus Nahak, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama PPM perusahaan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Khusus dan Menengah MBD, Hendrik J.G. Frans, yang hadir membuka kegiatan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BKP-BTR. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebijakan nasional terkait penerapan pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, guru-guru dapat melakukan lompatan perubahan yang luar biasa,” kata Hendrik.

Hendrik juga memuji kesiapan teknis panitia yang menyediakan genset sebagai antisipasi pemadaman listrik. “Listrik padam, tetapi kegiatan tetap berjalan. Ini membuktikan dukungan perusahaan sangat nyata,” tambahnya.

Fasilitator nasional, Rita Arloy, menilai antusiasme para guru sangat tinggi selama pelatihan. Kepala SMAN 16 MBD, Jonias Kappy, dan Kepala SMAN 6 MBD, Jacob Bakker, menyampaikan terima kasih kepada perusahaan atas terlaksananya program ini. Beberapa peserta mengungkapkan pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam metode mengajar mereka.

Adi Petrus Leladara, salah satu peserta dari SMAN 6 MBD, berharap dukungan perusahaan dapat berlanjut, termasuk bantuan fasilitas olahraga bagi sekolah. “Pelatihan ini sangat membantu kami meningkatkan cara mengajar. Semoga ke depan ada dukungan lebih lanjut,” ujarnya. (PW-19)

Related posts