Dandim 1513/SBB Tinjau Lokasi Pengunsian Dan Salurkan Bantuan Di Hutan Hurrono Gunung Hitu.

 

SBB PW 05 Juli 2025 — Dalam upaya tanggap darurat atas gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4.9 yang mengguncang wilayah Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),

Dandim 1513/SBB Letkol Inf Rudolf G Paulus bersama rombongan turun langsung ke lokasi pengungsian di Hutan Hurrono, Gunung Hitu, Desa Latu.

Kegiatan peninjauan tersebut turut didampingi oleh Ketua Persit KCK Cabang XLI Kodim 1513/SBB, Pasi Intel Kodim 1513/SBB, serta sejumlah personel Kodim lainnya.

Rombongan menyambangi dua lokasi utama pengungsian yang menampung warga dari Desa Latu, Hualoy, dan Tumalehu, yang telah mengungsi ke wilayah dataran tinggi sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan dan potensi bencana lainnya.

Dalam kunjungannya, Dandim 1513/SBB bersama Ketua Persit turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat yang diterima langsung oleh Camat Amalatu dan Para Kepala Pemuda Desa.

Bantuan yang diberikan berupa air mineral (Aqua) dan mie instan (Sarimi), yang merupakan bentuk kepedulian dari berbagai pihak.

“Bantuan ini berasal dari Kodim 1513/SBB, serta didukung oleh sejumlah toko dan pelaku usaha lokal di wilayah Piru dan sekitarnya, seperti Toko Tingkat Piru, Toko Deni Piru, dan Toko Inafud Gemba. Bantuan ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi musibah ini,” ujar Letkol Inf Rudolf.

Sebagai bentuk tanggap darurat, Kodim 1513/SBB juga telah mendirikan dua unit tenda PLATON, masing-masing diperuntukkan bagi pengungsi dari Desa Latu dan gabungan Desa Hualoy dan Tumalehu.

Selain itu, lebih dari 80 tenda terpal darurat juga telah didirikan di kawasan pengungsian untuk menampung warga terdampak, khususnya di Desa Latu yang mencatatkan sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 280 jiwa yang terdampak langsung.

Di sela-sela kegiatan, Dandim juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung aktivitas Babinsa Desa Latu, Sertu A. Mogni Patty, bersama sejumlah Babinsa lainnya yang tengah bergotong royong bersama masyarakat membangun tenda-tenda darurat di kawasan dataran tinggi Haruno, Gunung/Bukit Hitu.

Hingga saat ini, setidaknya telah berdiri sekitar 80 unit tenda darurat yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi.

Letkol Inf Rudolf menegaskan bahwa penanganan bencana ini melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Basarnas, Kepolisian, serta unsur masyarakat.

Ia juga mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari aparat dan pemerintah setempat.

“Kami dari Kodim 1513/SBB akan terus hadir dan memberikan dukungan penuh kepada masyarakat. Kita akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga,” tutupnya.

Kegiatan peninjauan ini menunjukkan keseriusan TNI dalam merespons cepat dampak bencana alam serta hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan di tengah masyarakat.@dy

Related posts