Perjuangan Hidup dan Karier Seorang Anak Pulau: Dari Buruh Hingga Kapolsek

 

SBB PW Kisah inspiratif datang dari seorang putra terbaik Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Muslim Noh Renuf atau yang akrab disapa Mus. 11/05/2025

Lahir dari keluarga sederhana, Mus bersama adik bungsunya harus kehilangan sosok ayah sejak usia dini. Saat itu, Mus baru berusia dua tahun dan adiknya empat bulan.

Ibu mereka, WA Uga, seorang petani tangguh di Pulau Rhun, harus berjuang sendirian membesarkan dan membiayai pendidikan kedua anaknya.

Dengan penuh pengorbanan, WA uga memastikan bahwa anak-anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak meski dalam keterbatasan.

Mus memulai pendidikan dasar di MI Pulau Rhun. Namun karena keterbatasan jenjang pendidikan di Banda,

ia melanjutkan pendidikan SMP di Negeri Tamilou, mengikuti kakak ibunya Mukinam. saat
Sekolah di SMP Tamilouw
Tinggl Disebuah Dusun Terpencil Ampera Negeri Tamilouw,

Dengan Bejalan kaki 5 km selama 3 tahun mengenyam Pendidikan di bangku SMP,, Ketika pulang sekolah ,mus kecil harus berjualan Kue Pisang (pisang goreng ) mengelilingi Dusun Ampera.

Ibu Mukinam sangat Berjasa dalam dalam kehidupan Mus,yang suda seperti ibu sendiri.

Setelah tamat SMP masuk ke SMK Pertanian Masohi, namun karena kondisi konflik sosial saat itu, ia terpaksa melanjutkan ke SMA Negeri 1 Banda sampai tamat sekolah.

Semangat hidupnya membawanya merantau ke Ternate, bekerja sebagai buruh pelabuhan feri bastion selama enam bulan, lalu kembali ke Banda dan menjadi pelaut selama 10 bulan.

Pada tahun 2002, Mus mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi TNI Tamtama, namun gagal di tahap kesehatan akhir.

Tak menyerah, ia kembali ke Pulau Rhun dan menjadi buruh bangunan, lalu kembali lagi merantau ke Ambon untuk bekerja sebagai kuli bangunan.

Desakan dari kakak sepupunya membuat Mus mengikuti seleksi Bintara Polri gelombang II tahun 2003. Hasilnya, ia dinyatakan lulus dan memulai karier sebagai anggota Polri di Direktorat Reserse Polda Maluku selama 16 tahun.

Tahun 2019 menjadi titik balik kariernya. Ia lolos seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dan dilantik sebagai Ipda.

Setelah bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, ia dimutasi menjadi Wakapolsek Banda selama 18 bulan, lalu menjabat Kaurbinops Satreskrim Polres Maluku Tengah.

Kariernya terus menanjak saat ia dipercaya menjadi Kapolsek Teluti selama 14 bulan, sebelum dimutasi sebagai Kaurbinopsnal Satres Narkoba Polres Maluku Tengah.

Setelah naik pangkat menjadi Iptu, Mus dipercaya menjadi Kapolsek Piru di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), jabatan yang saat ini masih ia emban.

Kini, Mus telah berkeluarga dengan istri bernama Rahma dan dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya, Ifa, saat ini menempuh pendidikan di sebuah pesantren di Jawa Barat, sementara anak keduanya, Shafa, duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

Kisah hidup Mus adalah cermin keteguhan dan kerja keras dalam meraih cita-cita, sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda Maluku, bahwa dari pulau terpencil pun bisa lahir sosok pemimpin yang tangguh dan berdedikasi. @dy

Related posts