Surabaya, 19 Januari 2024, —–
“Penyelenggaraan Warrior Toughness Course Tahun 2024, merupakan wujud investasi nyata dalam mencetak Prajurit TNI Angkatan Laut yang profesional, modern dan tangguh yang tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan emosional. Hal tersebut dilakukan dengan menggabungkan keterampilan psikologi kinerja dilengkapi pengembangan karakter dan mengajarkan pola pikir prajurit yang bermental baja.”
Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini keberanian, ketahanan dan kemampuan untuk mengatasi tekanan adalah bagian penting di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks. Kursus ini adalah salah satu langkah konkret yang di ambil untuk memastikan bahwa Prajurit Jalasena tidak hanya siap menghadapi tantangan fisik tetapi juga memiliki kesiapan mental yang tinggi.
Sementara itu, dalam laporan kesiapannya Kadisbintalal Brigjen TNI Marinir Sandy Muchjidin Latief mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan di empat lokasi berbeda yakni Jakarta, Sorong, Batam dan Surabaya yang dihadiri para personel TNI AL, dengan menghadirkan Instruktur Capt. David Yang dan LCDR Leotra Lorel dari US Navy Chaplain.
“Warrior Toughness Course diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dibidang ketahanan fisik dan mental, ketangguhan serta kemampuan mengatasi tantangan dengan sukses. Disamping itu juga sebagai upaya meningkatkan hubungan baik antara TNI AL (Disbintalal) dengan US Navy Chaplain, sekaligus sebagai kelanjutan kegiatan Asia Pacific Chaplain Symposium di Bali pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2023 yang lalu,” ungkap Kadisbintalal.