Kota Sorong PW- Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi didampingi Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, Komandan Lantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo, Forkopimda Papua Barat Daya, pejabat utama Koarmada III serta pejabat utama Lantamal XIV, melaksanakan kegiatan penyambutan dan penerimaan 2 buah kapal Tugboat, yakni TD Umsini dan TD Irau.
Kapal Tugboat atau kapal tunda TD Umsini dan TD Irau memiliki panjang 30 meter, lebar 12 meter dan tinggi 5,10 meter. Kecepatannya mencapai 12 knot, ketahanan berlayar hingga 5 hari, dan dilengkapi dengan akomodasi untuk 10 orang personel. Kedua kapal tunda atau harbour tug ini merupakan buatan dalam negeri, yakni PT Noahtu Shipyard. Penyambutan dan penerimaan TD Umsini dan TD Irau ini, berlangsung di Dermaga Lantamal XIV Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (Kamis 2 November 2023).
Kedua kapal ini diberi nama 2 gunung di Papua, yakni TD Umsini dan TD Irau. Dimana Gunung Umsini dan gunung Irau adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kapal Tugboat TD Umsini dan TD Irau ini, dirancang untuk memberikan pelayanan pemanduan dan penundaan (menarik dan mendorong) pergerakan manuver KRI yang berukuran besar, yang akan masuk keluar pelabuhan.
Pangkoarmada III menerangkan jika kedatangan Tugboat TD Umsini dan TD Irau ini, tentunya untuk mendukung olah gerak dari kapal-kapal Koarmada III yang besar-besar. Karena saat ini Koarmada III sudah memiliki 19 kapal, dari yang kecil sampai besar. Apabila kapal besar mau sandar tapi mengalami cuaca buruk di sini, sehingga tidak bisa masuk atau keluar dari dermaga, maka kita butuh tugboat ini.
“Kedua kapal ini bukan saja hanya untuk memandu dan menunda kapal perang kita, tapi juga untuk kapal-kapal lain, termasuk kapal penumpang. Ini merupakan suntikan kekuatan buat Koarmada III untuk kesempurnaan bagi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lantamal). Koarmada III berusaha membangun, untuk bisa sejajar dengan kemampuan Koarmada I dan Koarmada II. Karena dari sisi ancaman, hampir sama semuanya,” lanjut Pangkoarmada III.
Dikatakan Pangkoarmada III bahwa kehadiran 2 kapal ini, juga menambah personil dan kedepan di upayakan personilnya berasal dari Papua. Sehingga bisa fokus disini. Kedua kapal ini juga mempunyai sistem External Fire Fighting atau peralatan pemadam kebakaran, untuk membantu memadamkan insiden kebakaran di laut juga untuk sekitar pelabuhan. Karena jangkauan airnya bisa mencapai 90 – 100 meter.
“Selain itu, kapal-kapal ini memiliki oil dispersant system untuk menetralkan pencemaran limbah minyak di laut. Untuk Komandan dan ABK kapal TD Umsini dan TD Irau, saya ucapkan selamat bertugas dan kibarkan terus bendera kewajiban. Semoga TD Umsini dan TD Irau dapat melaksanakan tugas dengan baik, aman dan lancar sesuai dengan asasinya,” ujar Pangkoarmada III.
Dibawah jajaran Koarmada III, kedua kapal tunda ini akan berada dalam tanggung jawab Lantamal XIV dalam hal ini Satuan Patroli (Satrol) Lantamal XIV. TD Umsini di komandani Peltu Nav Aris Palulun, sedangkan TD Irau di komandani Serka Nav Daniel Siwalete. Peltu Aris Palulun menyampaikan jika sebelumnya bertugas di Lantamal X Jayapura dan sudah pernah bertugas di 9 KRI.
“Saya sudah 9 kali bertugas di kapal tempur (KRI). Namun untuk penugasan di kapal tunda, ini merupakan kali pertama saya laksanakan. Tentunya tantangannya berbeda dengan di kapal perang. Kapal ini bisa memutar 360 derajat, haluan bisa menjadi buritan dan sebaliknya. Jadi kalau sandar tidak perlu memutar. Semoga kami dapat membantu dan mendukung semua tugas-tugas kapal perang yang berada di wilayah Koarmada III,” terang Peltu Aris.
*Jacob Sumampouw