(Bali). Perhelatan tahunan Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) tahun 2023 resmi ditutup oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han) dan Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat, Pasific, Letnan Jenderal William Jurney ditandai dengan pemukulan gong bersama yang di gelar di pantai Hotel Hotel Hilton Bali, Nusa Dua Bali. Kamis (13/07/2023).
Usai melihat statik show para delegasi menyaksikan video opening demonstrasi Rubber Duck Operation dan penjelasan oleh MC tentang demonstrasi RDO kepada seluruh delegasi yang hadir.
Demontrasi Rubber Duck Operation kali ini dilaksanakan oleh Pasukan Khusus (Pasus) TNI Angkatan Laut dari Detasemen Jalamangkara atau Denjaka dan Intai Amfibi Marinir (Taifib) dengan menggunakan tiga perahu karet dan 21 personel yang diterjunkan dari udara menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) tahun 2023, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marines Forces Pacific (Marforpac) menjadi tuan rumah bersama pada kegiatan pertemuan para pemimpin atau para Komandan Korps Marinir di wilayah Indo- Pasifik yang sudah berjalan sejak senin kemarin.
Kegiatan Pacific Amphibious Leaders Symposium dipimpin Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han) dan Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat, Pasific, Letnan Jenderal William Jurney.
Pacific Amphibious Leaders Symposium diikuti 24 Negara dengan tujuan untuk mempertemukan para Komandan Marinir / Satuan Amfibi seluruh negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik dan juga merupakan perhelatan penting untuk memperkuat hubungan diantara komunitas negara yang memiliki kemampuan serbuan amfibi di wilayah Pasifik.
Kegiatan PALS pada tahun ini diikuti 24 Negara dari seluruh Indo-Pasifik, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Eropa sbb: 1) Australia 2) Bangladesh 3) Brazil 4) Chile 5) Colombia 6) Ecuador 7) Fiji 8) France 9) Indonesia 10)Japan 11)Rep. Korea 12)Malaysia 13)Maldives 14)Mexico 15)Netherland 16)New Zealand 17)Peru 18)Philippines 19)Singapore 20)Sri Lanka 21)Thailand 22)Timor Leste 23)United Kingdom 24)Unites States
Sedangkan negara-negara peserta terlibat dalam diskusi dengan membahas aspek aspek penting dari operasi amfibi, kepemimpinan melalui modernisasi kekuatan dan pentingnya interoperabilitas multilateral dalam bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
Selain seminar acara ini dirangkai dengan diskusi panel oleh Delegasi dan perwira perwira senior yang memiliki keahlian dari berbagai bidang, dengan harapan akan tercipta interaksi positif serta memberikan informasi kepada seluruh delegasi tentang pentingnya menjaga keamanan maritim di wilayah Indo-pasifik