LEMBANG, PW: Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat) Marsda TNI Taspin Hasan, S.A.P., M.Si., didampingi Komandan Seskoau (Danseskoau) Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P., memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis Seskoau Angkatan Ke-59 TP 2022 di Gedung Widya Mandala I, Seskoau, Lembang, Bandung Barat. Kamis (18/2/2022).
Pada kesempatan itu, Danseskoau mengucapkan terima kasih kepada Dankopasgat yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ceramah pembekalan yang nantinya akan menjadi bekal berharga, penting, dan strategis bagi Pasis dalam melaksanakan tugas kedepannya.
“Mengenal Kopasgat, tentunya penting bagi para Pasis yang nantinya sebagai generasi penerus dan bertanyalah untuk memperkuat wawasan para Pasis karena ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk mengenal lebih jauh mengenai Kopasgat,” jelasnya.
Mengawali ceramahnya, Dankopasgat mengatakan keberadaan Kopasgat sangatlah penting dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara yang diawali dengan sangat diperlukannya pasukan payung di Indonesia di mana pada tanggal 17 Oktober 1947 merupakan penerjunan pertama di Indonesia, daerah Sambi, Kecamatan Rantaipulut Kotawaringin, Kalimantan Tengah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kopasgat.
Pada kesempatan ini, Dankopasgat menjelaskan mengenai sejarah Kopasgat yang cikal bakalnya disebut PPP pada tahun 1945, kemudian Pasukan Payung pada tahun 1947, kemudian PGT dan PSU pada tahun 1952, selanjutnya dibentuk Koppau pada tahun 1963, berubah menjadi Kopasgat pada tahun 1966, kemudian menjadi Puspaskhasau pada tahun 1985, selanjutnya menjadi Korpaskhasau pada tahun 1997, dan pada tahun 2022 menjadi Kopasgat.
Tugas Kopasgat, lanjutnya, bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan Kopasgat sebagai pasukan matra udara untuk siap operasional dalam melaksanakan perebutan sasaran dan petahanan obyek strategis Angkatan Udara, operasi pertahanan udara, operasi khusus, dan operasi khas matra udara serta operasi militer lainnya atas kebijakan komando atas.
Selain menjelaskan mengenai Kopasgat, Dankopasgat juga mengajak seluruh Pasis Seskoau Angkatan Ke-59 agar mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin.
“Kalian merupakan generasi penerus puncuk pimpinan baik TNI maupun Polri sehingga harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan karena otak merupakan otot terkuat dalam pertempuran dan libatkan Tuhan dalam segala hal,” ujarnya.
Menjadi seorang pemimpin harus dapat mengisi dirinya dengan pendidikan, sehingga dapat mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya dalam mengatasi permasalahan yang akan dihadapinya nanti, karena sejatinya nilai seorang pemimpin adalah pantang menyerah, memikiki tanggung jawab dan kehormatan, serta dapat menuntaskan misi yang diembannya.
“Menjadi pemimpin harus selalu memberikan motivasi, merawat kemampuan dan kesejahteraan prajuritnya. Terlebih lagi, selalu membangun harapan bagi prajurit dan keluarga yang dipimpinnya,” ujar Dankopasgat