MARTAPURA-PW:Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Banjar tahun 2021 akan digelar 24 Mei 2021 usai Lebaran Idul Fitri.
Hal tersebut langsung disampaikan Bupati Banjar Saidi Mansyur S.I.kom dalam rapat terbatas pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2021 di Pendopo Mahligai Sultan Adam , Senin ( 8/3/2021)
Penekanan Bupati Banjar perlunya pengawasan ekstra dan Sinergitas dengan aparat terkait dari pihak TNI Kodim 1006/ Mtp, Polres Banjar dan Polres Banjarbaru pada saat Proses Pilkades serentak 2021.
Ini dikarenakan terdapat beberapa wilayah yang rawan Pilkades Serentak di Kabupaten Banjar agar tercipta situasi yang kondusif tidak terjadi konflik di masyarakat.
Juga diwajibkan perlunya Penekanan Protokol Kesehatan yang serius pada proses tahapan Pilkades Serentak untuk menekan penyebaran Covid-19.
Diharapkan pelaksanaan Pilkades serentak berlangsung tertib, aman, damai serta mengedepankan persatuan dan kesatuan,” ungkap Bupati.
Selain itu, Saidi berharap kepada para camat agar berperan aktif mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nuraninya.
“Koordinasi harus lebih diintensifkan dengan unsur Muspika setempat dan pada pelaksanaannya harus dimonitor,” imbuh Bupati.
Hal ini pun juga turut disampaikan Sekda Banjar HM.Hilman bahwa perlunya keterlibatan Forkopimda dalam pengawasan dan pengamanan Pilkades yaitu Unsur TNI dan Polres.
Diwilayah Kabupaten Banjar terdapat 19 Kecamatan 140 Desa 530 Orang Pendaftar yang akan mengikuti kontestasi Pilkades Serentak tahun 2021.

Disisi lain terkait Covid ini menjadi catatan kita penerapan Protokol kesehatan diwajib baik petugas di TPS penyelenggaraan serta warga mempunyai hak pilih, untuk menghindari klauster semua diharuskan pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan
Berjalan dengan lancar dan kondusif diperlukan kerjasama yang baik dan saling mendukung sama lain.
Letkol Inf Imam Muchtarom S.I.P menyampaikan pilkada tak bisa ditunda lagi tertunda hampir satu tahun setelah adanya Covid – 19 .
Hanya saja stabilitas keamanan, terkait dukungan dan bantuan Pengamanan Kodim Martapura bersama Polres siap mendukung dan kerja sama.
Daerah – daerah yang dianggap rawan juga sudah dipetakan, personil Babinsa diturunkan selain memantau juga sosialiasi di lakukan terlebih dahulu.
Diharapkan tidak ribut, siapa yang kalah dan siapa yang menang, biasanya yang menang diam yang kalah sudah pasti ” Tutur Dandim ”
Yang pasti protokol kesehatan jangan pernah dilupakan, karena daerah kita masih tertinggi angka covid – 19, apalagi Pak Bupati mengharapkan sekali semua Kecamatan pelaksanaan harus sesuai aturan dan prosedur juga sterategis yang baik ” Tutup Dandim”(Mk-95).