Kota Sorong (15/11) PW: Saat ini beredar di kalangan masyarakat bahwa penderita covid 19 dapat disembuhkan dengan merokok atau dalam kata lain perokok lebih cepat sembuh dari Covid-19 daripada orang yang tidak merokok. Karena nikotin dapat membunuh virus Corona. Mendapatkan informasi tersebut Rustini Floranita CSD Spesialis Unicef di Papua Barat, Aning Konsultan WHO Papua Barat dan Jenny Isir SKM Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong mengadakan dialog bersama wartawan media massa Kota Sorong (14/11).
Pertemuan koordinasi komunikasi resiko pengendalian Covid-19 antara United Nations Children’s Fund (UNICEF) Papua Barat, World Health Organization (WHO) Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kota Sorong bersama wartawan media massa tersebut, sebelumnya di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Hermanus Kalasuat. Simpang siur Informasi yang menyebutkan jika Covid-19 lebih cepat sembuh pada pasien yang perokok tersebut dibantah langsung Rustini Floranita.
Covid-19 merupakan suatu penyakit menular yang utamanya menyerang paru-paru. Merokok juga merusak fungsi paru-paru sehingga tubuh lebih sulit melawan Coronavirus dan penyakit-penyakit lain. Oleh sebab itu Rustini menegaskan bahwa tidak benar jika dikatakan perokok yang sudah terkena Covit-19 akan lebih cepat sembuh daripada orang yang bukan perokok. “Tembakau juga merupakan faktor resiko besar bagi penyakit penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kanker, penyakit saluran pernapasan dan diabetes”, ujarnya.
Dilanjutkannya jika berhenti merokok dalam 5 tahun, maka resiko stroke menurun pada level yang sama seperti orang tidak pernah merokok. Dan jika sudah tidak merokok selama 10 sampai 15 tahun, maka resiko kanker paru kurang dari setengahnya. Semua penyebab mortalitas dan risiko penyakit jantung koroner menurun pada level yang sama seperti orang yang tidak merokok. “Jadi jika ingin tetap hidup sehat, maka berhentilah merokok”, kata Rustini.
//Jacob Sumampouw