Surabaya, PW: Prajurit Batalyon Kesehatan 2 Marinir (Yonkes 2 Mar) melaksanakan latihan penangan gigitan ular berbisa yang benar dipimpin oleh Lettu Laut (K) dr. Pisok Michael Awuy di ruang rekreasi Yonkes 2 Mar, Kesatrian Marinir Karang Pilang, Surabaya. Jum’at (05/06/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Yonkes 2 Mar Mayor Laut (K) dr. Abdul Haris, Sp. BS., M. Tr. Opsla menjelaskan bahwa penanganan pertama pada gigitan ular sangat penting apalagi 30 menit critical point. Kesalahan pemikiran dulu bahwa digigit ular harus ditoreh, dikeluarkan darahnya, diikat dan dihisap. Itu sudah tidak direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO), penanganan pertama jika terkena gigitan ular yaitu melakukan imobilisasi atau mencegah bagian tubuh yang terkena gigitan untuk tidak bergerak.
“Kemunculan ular berbisa di sekitar permukiman kemungkinan besar terjadi karena kehilangan habitat aslinya membuat ular beradaptasi dengan membuat sarang di sekitar daerah dengan aktivitas manusia. Selain itu ketiadaan predator alami seperti biawak dan elang juga ikut berkontribusi dengan lonjakan populasi ular berbisa“, ujarnya.
“SETIA WALUYA UTAMA”