Vonis Kanker Tak Mematahkan Semangat, Nuraeni dan Sari Terus Berjuang

CIAMIS, JABAR— PW.Di balik santunan yang diberikan kepada para pasien kanker di Kabupaten Ciamis, tersimpan kisah perjuangan panjang untuk tetap bertahan, menjaga harapan dan melanjutkan kehidupan.

Salah satunya datang dari Nuraeni (29), warga Kecamatan Purwadadi yang merupakan ibu dari seorang anak. Ia menjadi salah satu penerima santunan dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Ciamis.

Bagi Nuraeni, bantuan yang diterimanya bukan sekadar materi. Bantuan berupa uang dan sembako tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga, terutama dalam membantu meringankan beban kehidupan di tengah perjuangannya menghadapi penyakit.

Nuraeni menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ciamis, YKI Cabang Ciamis, Baznas Ciamis, tenaga kesehatan, kader PKK serta seluruh pihak dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian kepadanya dan pasien lain yang menghadapi kondisi serupa.

Kepada Media Kondusif, Nuraeni menceritakan bagaimana dirinya berusaha tetap kuat menghadapi penyakit yang dideritanya.

Menurutnya, kanker memang menjadi ujian yang tidak ringan. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah dan terus berikhtiar menjalani kehidupan bersama keluarga.

“Kalau kita kuat dan tabah serta terus berikhtiar, semua pasti ada solusi. Meski vonis dengan jenis penyakit yang menyeramkan seperti kanker, kalau kita tetap semangat dan terus berjuang, insyaallah kita bisa sehat dan panjang umur,” ungkap Nuraeni.

Ia juga mengajak sesama pasien kanker agar tidak kehilangan keyakinan. Menurutnya, selain menjalani pengobatan dan mengikuti arahan tenaga medis, kekuatan mental dan semangat untuk sembuh juga menjadi bagian penting dalam menjalani setiap proses.

“Yakinkan kepada Sang Pencipta bahwa semua penyakit ada obatnya dan akan sembuh. Yang penting kita kuat dan berikhtiar, mengikuti arahan medis. Insyaallah kita panjang umur,” tegasnya.

Perjuangan Nuraeni bukan tanpa konsekuensi. Sekitar satu tahun lalu, ia menjalani tindakan medis berupa pengangkatan sel telur dan kemudian mendapat informasi mengenai kemungkinan tidak dapat memiliki anak lagi.

Namun, bersama suami dan anaknya, Nuraeni memilih menerima kondisi tersebut dengan lapang dada.

“Kami bersama keluarga, suami dan anak, ridho atas segalanya, karena itu merupakan yang terbaik,” tuturnya.

Di tengah perjalanan tersebut, Nuraeni mengaku banyak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kader PKK. Pendampingan, motivasi, tenaga, pikiran hingga bantuan materi yang diberikan menjadi penguat bagi dirinya untuk tetap menjalani kehidupan.

“Kepada para petugas kesehatan dan ibu-ibu PKK, saya mengucapkan terima kasih. Selama ini telah membantu tenaga, pikiran dan materi serta memberikan motivasi dan pendampingan agar kami kuat. Semoga Sang Pencipta membalasnya dengan pahala dan kebaikan,” katanya.

Kisah serupa disampaikan Sari, pasien kanker payudara yang telah menjalani dua kali operasi. Baginya, bantuan yang diterima juga memiliki arti besar bagi keluarga.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, YKI Cabang Ciamis, Baznas Ciamis, tenaga kesehatan serta kader PKK di daerah yang selama ini ikut memberikan perhatian dan dukungan.

“Bantuan ini sangat bermakna dan bermanfaat serta dapat meringankan beban hidup keluarga,” ujar Sari.

Ia berharap seluruh pihak yang selama ini memberikan pendampingan dan kepedulian mendapatkan balasan kebaikan.

“Terima kasih kepada Pemkab Ciamis, YKI Cabang Ciamis, Baznas Ciamis, para tenaga kesehatan dan rekan-rekan PKK di daerah yang telah ikut membantu. Semoga dibalas dengan pahala kebaikan,” katanya.

YKI Ciamis Semai Harapan

Kisah Nuraeni dan Sari menjadi bagian dari kegiatan YKI Cabang Ciamis yang memberikan santunan kepada para pasien kanker dengan mengusung tema “Menyemai Harapan, Mendukung Ketangguhan Pejuang Kanker.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKK Ciamis dan dihadiri Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, Sekda Kabupaten Ciamis Dr. Andang Firman Triadi, Ketua YKI Cabang Ciamis Hj. Kania Ernawati Herdiat Sunarya, jajaran pengurus YKI, unsur Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, Bank BJB Ciamis, Direktur RSUD Ciamis, para kepala puskesmas se-Kabupaten Ciamis serta para penerima santunan.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan pasien kanker tidak hanya menjadi urusan individu dan keluarganya. Ada kepedulian pemerintah, organisasi sosial, tenaga kesehatan, kader PKK, lembaga zakat, dunia usaha dan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari dukungan.

Bagi Nuraeni dan Sari, bantuan tersebut mungkin tidak menghapus seluruh kesulitan yang mereka hadapi. Namun, kepedulian itu menghadirkan satu pesan penting: mereka tidak sendirian dalam menjalani perjuangan.

Semangat kedua pasien tersebut juga menjadi pengingat bahwa di tengah beratnya menghadapi penyakit, manusia tetap membutuhkan harapan, dukungan dan keberanian untuk terus berikhtiar.

Kegiatan santunan berlangsung aman dan kondusif. Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menguatkan para pasien agar tetap memiliki semangat menjalani kehidupan bersama keluarga dan terus mengikuti proses penanganan sesuai arahan tenaga kesehatan.***

Jurnalis: FAI

Related posts