KOTABARU – Guna mengantisipasi dan mempercepat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan, jajaran personel Lanal Kotabaru Batulicin menerima pembekalan khusus dari Tim Penyuluhan Mabes TNI. Kegiatan sosialisasi dan edukasi Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Karhutla ini berlangsung khidmat di Markas Komando (Mako) Lanal Kotabaru Batulicin, Jumat (11/9).
Kedatangan Tim Satgas Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, SUBSp.K.T.(K)., FISQUA (Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI), bersama Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P., dan Kapten Inf Pery Supendi, S.I.P., disambut langsung oleh Danlanal Kotabaru Batulicin, Letkol Laut (P) Muhammad Arif, S.T., M.T., M.Tr.Opsla. Pembekalan ini diikuti secara seksama oleh seluruh Perwira, Bintara, dan Tamtama jajaran Lanal Kotabaru Batulicin.
Dalam sambutannya, Letkol Laut (P) Muhammad Arif menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dari Mabes TNI. Hadirnya pembekalan ini dinilai menjadi suntikan motivasi dan semangat baru bagi prajurit di lapangan.
“Saat ini, seluruh personel Lanal Kotabaru Batulicin dalam kondisi siap siaga untuk melaksanakan perbantuan Gulbencal di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Kotabaru. Kami juga terus menggencarkan patroli serta sosialisasi dampak Karhutla secara langsung kepada masyarakat di wilayah teritorial terbatas,” tegas Danlanal.
Sementara itu, Tim Mabes TNI menekankan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan strategis Presiden Republik Indonesia demi memperkuat kerja sama penanggulangan bencana hingga ke tingkat daerah. Merujuk pada Undang-Undang tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI menjadi salah satu tulang punggung dalam mendukung Pemerintah Daerah mengatasi Karhutla.
Mabes TNI menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya fokus pada pemadaman api, melainkan harus terintegrasi mulai dari aspek sosialisasi pencegahan, aksi cepat di lapangan, hingga penindakan hukum. Oleh karena itu, sinergitas antarlintas instansi menjadi kunci utama.Selain kesiapan personel dan dukungan alutsista operasional, Tim Mabes TNI juga mengingatkan aspek krusial lainnya yang tidak boleh luput dari perhatian, yakni perlindungan kesehatan. Dampak kabut asap akibat Karhutla sangat berisiko bagi kesehatan para petugas di lapangan maupun masyarakat luas, sehingga penanganan medis yang optimal wajib berjalan beriringan dengan upaya pemadaman.
Melalui pembekalan ini, Lanal Kotabaru Batulicin semakin memperkokoh kesiapannya sebagai garda terdepan yang tidak hanya siap memadamkan api, tetapi juga siap melindungi kesehatan dan ruang hidup masyarakat dari ancaman bencana asap (HSD/Sahlan/ PenKodim1022)