Krisis Air Melanda, Kapolres Ciamis Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga

CIAMIS, JABAR – PW. Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis di tengah musim kemarau mendapat respons cepat dari Polres Ciamis. Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Campaka, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kamis (20/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui kegiatan bakti sosial Polres Ciamis Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis. Kegiatan berlangsung di Blok Batubelah RT 04 RW 02 Dusun Campaka, wilayah yang masyarakatnya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polres Ciamis, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, ST, M.Si., Kepala Desa Wangunjaya Dede Nuraini, S.Keb., serta masyarakat setempat.

Dalam penyaluran tersebut, Polres Ciamis bersama BPBD mengirimkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Sebagian air juga digunakan untuk mengisi toren penampungan di Masjid Al Ikhlas Dusun Campaka sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan.

“Polres Ciamis akan terus hadir di tengah masyarakat. Selain menyalurkan bantuan air bersih, kami juga berencana memberikan tiga unit toren atau tandon air berkapasitas 2.000 liter untuk mendukung penampungan air bersih di wilayah yang rawan mengalami kekeringan,” ujar AKBP Eko Iskandar.

Menurutnya, keberadaan tandon diharapkan dapat membuat distribusi air lebih efektif sekaligus membantu masyarakat memiliki tempat penyimpanan air ketika pasokan datang.

Dorong Solusi Jangka Panjang

Tidak berhenti pada bantuan air bersih, Kapolres Ciamis juga mendorong adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.

AKBP Eko meminta BPBD Kabupaten Ciamis melakukan kajian teknis terkait kemungkinan pembangunan sumur bor di wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada distribusi air ketika musim kemarau tiba.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ciamis, hingga saat ini terdapat 22 desa di 15 kecamatan yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026. Kondisi tersebut membuat Kabupaten Ciamis masih berstatus Siaga Darurat Kekeringan.

Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD bersama Polres Ciamis dan jajaran Polsek terus melakukan pendistribusian air bersih secara berkala kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Bagi warga Dusun Campaka, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah sulitnya memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat berharap distribusi air terus dilakukan selama kondisi kekeringan berlangsung, sembari menantikan solusi permanen berupa fasilitas sumber dan penampungan air.

Kehadiran langsung Kapolres Ciamis dalam penyaluran bantuan juga menjadi pesan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya membutuhkan respons cepat, tetapi juga kolaborasi dan langkah berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat.

Kegiatan penyaluran air bersih berlangsung aman, tertib, dan kondusif.***

Reporter: FAI

Related posts