Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Prajurit Batalyon Tank Amfibi 1 Marinir (Yontankfib 1 Mar) melaksanakan latihan parsial naik dan turun kendaraan tempur (ranpur) ke opleger atau kendaraan pengangkut tank.
Latihan ini digelar dalam rangka uji kesiapan tempur satuan guna memastikan setiap prajurit mampu mengoperasikan dan memobilisasi ranpur secara cepat, tepat, dan aman sesuai standar operasional yang berlaku di lingkungan Korps Marinir TNI AL. Latihan ini digelar di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh para pelatih Yontankfib 1 Mar yang memantau jalannya latihan dari awal hingga akhir. Setiap prajurit dilatih untuk menguasai prosedur teknis pemuatan dan penurunan ranpur ke atas opleger, termasuk pengendalian manuver kendaraan berat di atas landasan pengangkut. Kesiapan personel dan kelengkapan material menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan uji yang dilaksanakan.
Lebih lanjut, Danyon Tankfib 1 Mar Letkol Marinir Wawan Fanani menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian penting dari upaya satuan dalam menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur prajurit.
Menurutnya, kemampuan mobilisasi ranpur secara cepat ke atas opleger adalah keterampilan krusial yang harus dikuasai setiap awak ranpur, mengingat peran satuan ini dalam operasi pendaratan amfibi yang menuntut kecepatan dan ketepatan gerak di berbagai medan.
Latihan parsial ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar awak ranpur serta mempererat sinergi antar prajurit dalam menghadapi berbagai skenario operasi.
Danyon Tankfib 1 Mar juga menegaskan komitmennya untuk terus menggelar latihan-latihan berkala guna memastikan seluruh personel dan alutsista senantiasa dalam kondisi prima dan siap dikerahkan kapan pun dibutuhkan demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.