TMMD Perbatasan MBD Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan

 

 

MOAIN,peloporwiratama.co.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya memprioritaskan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah perbatasan guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwarday Kilikily mengatakan wilayah MBD yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar.

 

“TMMD ini dilakukan untuk membenahi daerah perbatasan, khususnya Desa Moain, Tounwawan, dan Kiera,” ujar Kilikily usai pembukaan TMMD di Desa Moain, Rabu, 22 April 2026.

 

Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut dengan mengalokasikan anggaran dari APBD, antara lain untuk renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH) beserta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta sejumlah kegiatan pembangunan lainnya.

 

“Kita berharap ke depan program ini juga bisa menjangkau desa-desa lain yang masih membutuhkan,” kata dia.

 

Komandan Satuan Tugas TMMD yang juga Dandim 1511/Pulau Moa, Nuriman Siswandi, menyatakan program TMMD merupakan kegiatan terpadu TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

 

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan anggaran yang digunakan untuk pembangunan di desa sasaran.

 

“Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan, termasuk renovasi rumah dan pembuatan sumur bor,” ujarnya.

 

Menurut dia, pembangunan sarana air bersih menjadi salah satu prioritas melalui program TNI Manunggal Air. Sebanyak tiga unit sumur bor akan dibangun, sementara dua sumur lainnya direhabilitasi untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran distribusi air ke rumah warga.

 

“Air merupakan kebutuhan vital, sehingga harus dipastikan tersedia bagi seluruh masyarakat,” kata Nuriman.

 

Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, pembinaan kelompok ternak, penguatan seni budaya lokal, serta edukasi masyarakat.

 

Sebanyak 150 personel gabungan TNI, Polri, dan unsur terkait dilibatkan dalam program ini dan akan tinggal bersama masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.

 

Di sisi lain, masyarakat Desa Moain menyambut positif pelaksanaan TMMD. Kepala Desa Moain Yahya Tamaneha menyebut program tersebut sangat membantu pembangunan desa yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

 

“Masyarakat sangat bersukacita karena program ini benar-benar membantu,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.

 

Melalui TMMD ke-128 ini, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan semakin merata sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Related posts