Jakarta, PW: Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Prajurit Batalyon Tank Amfibi 1 Marinir ( Yontankfib 1 Mar ) kembali membuktikan kesiapan tempurnya melalui serangkaian uji kemahiran mengemudi darat Kendaraan Tempur (Ranpur) amfibi. Latihan ini bertujuan untuk memastikan performa mesin dan sistem transmisi hasil modernisasi tetap prima dalam menghadapi kontur medan darat yang ekstrem, latihan ini dilaksanakan di Kesatrian MarinirHartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (09/04/2026).
Dalam simulasi tersebut, para pengemudi tank dituntut untuk menguasai teknik tactical driving melewati berbagai rintangan. Aspek teknis menjadi sorotan utama, di mana peningkatan pada sektor power pack dan sistem suspensi ranpur diuji kemampuannya dalam menjaga stabilitas kendaraan saat melakukan manuver cepat. Akurasi perpindahan gigi dan manajemen suhu mesin menjadi parameter krusial bagi kru untuk menjaga mobilitas tetap tinggi tanpa mengabaikan aspek keamanan personel.
Secara strategis, penggunaan Ranpur yang telah dimodernisasi ini merupakan langkah efisiensi Alutsista namun tetap mematikan di medan tugas. Dengan profil kendaraan yang rendah dan siluet yang sulit dideteksi, ranpur ini mampu memberikan dukungan tembakan langsung secara presisi sambil terus bergerak lincah mencari posisi tembak baru di daratan. Kemampuan manuver darat ini memastikan bahwa ranpur bukan sekadar kendaraan angkut bersenjata.
Lebih lanjut, Danyontankfib 1 Mar Letkol Marinir Wawan Fanani, menegaskan bahwa profesionalisme prajurit atau the man behind the gun tetap menjadi penentu keberhasilan misi, sehebat apa pun teknologi yang tersemat pada Ranpur. Melalui latihan mengemudi darat yang intensif ini, diharapkan koordinasi antara pengemudi, komandan kendaraan, dan pengawak senjata semakin sinkron dan responsif. Keberhasilan uji manuver ini sekaligus menjadi pesan kuat mengenai kesiapan operasional satuan.