Yonkes 1 Marinir TNI AL Pastikan Kondisi Kesehatan Personel Satgas PRCPB Tetap Prima

Tapanuli Selatan, PW: TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1. Di tengah tugas berat menanggulangi dampak bencana alam, kesehatan para prajurit tetap menjadi prioritas utama. Personel dari Batalyon Kesehatan 1 (Yonkes 1) Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Satgas PRCPB) terus melakukan pemantauan medis secara intensif terhadap seluruh personel yang bertugas di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Bertempat di Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (02/02/2026).

​Langkah ini diambil untuk memastikan setiap prajurit berada dalam kondisi fisik yang prima saat membantu masyarakat. Mengingat medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu, risiko kelelahan ekstrem hingga terserang penyakit menjadi tantangan nyata bagi para prajurit Korps Marinir. Pemberian vitamin dan obat-obatan yang diperlukan guna menjaga imunitas tubuh prajurit agar tidak mudah drop.

Tim medis Yonkes 1 Marinir tidak hanya berdiam diri di posko, tetapi aktif melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala yang dilakukan untuk mendeteksi dini gejala hipertensi atau hipotensi akibat kelelahan. Penanganan cepat terhadap luka ringan, lecet, hingga pembalutan sendi (tapping/bandaging) bagi personel yang mengalami keseleo saat bertugas di medan terjal.

Danton Kesehatan Lettu Laut (K) Tri Rahmat Widada, S. Farm., menyampaikan, “Keberhasilan misi kemanusiaan ini sangat bergantung pada kesiapan fisik para personelnya. Kami harus memastikan bahwa mereka yang menolong juga dalam keadaan sehat. Tim medis kami siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan, baik bagi internal prajurit maupun warga sekitar yang membutuhkan bantuan darurat,” ungkapnya.

​Kehadiran Yonkes 1 Marinir dalam Satgas PRCPB ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AL dalam mendukung pemerintah pada setiap operasi kemanusiaan. Dengan terpantaunya kesehatan para personel, diharapkan proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan dengan maksimal dan efisien. ​Prajurit yang sehat adalah kunci dari kekuatan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Related posts