Sidoarjo.PW-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo meradang melihat progres pembangunan RSUD Sedati oleh kontraktor PT Ardi Tekindo Perkasa (ATK). Ketua komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo Ketua komisi C.Dprd Sidoarjo H.Choirul Hidayat S.H menilai PT ATK tidak profesional dan tidak mampu memenuhi target pembangunan rumah sakit tersebut.
“PT ATK sangat tidak profesional. Melihat progres hasil pekerjaan fisik mulai Juli hingga hari ini (9 Oktober, red), baru tiga persen saja. Catat ya baru tiga persen, ” ucap abah Dayat begitu pria ini akrab disapa Saat di hub lewat Telepon pada Sabtu (11/10.2025)
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan Pembangunan RSU Sedari ini menelan biaya sebesar Rp Rp 51,7 miliar. Seharusnya pekerjaan yang sudah berlangsung kurun waktu hampir 4 bulan, progresnya minimal mencapai 20 persen.
“Informasinya lambannya pekerjaan ini karena pihak kontraktor terkendala pembiayaan. Kalau itu benar yang terjadi, berarti kontraktornya memang benar-benar tidak profesional,” tegasnya.
Lemotnya kinerja kontraktor itu juga dapat diukur dari hasil pengerjaan fisik di lapangan yang baru sebatas pembuatan pondasi, dengan beberapa tiang pancang (paku bumi). Di sana tidak tampak pula adanya peningkatan aktivitas kerja sebagai upaya percepatan kinerja yang dilakukan PT ATK terhadap pembangunan rumah sakit di wilayah utara Sidoarjo tersebut
“Informasi dari dinkes hampir setiap pekan ada rapat dengan kontraktor membahas progres dan permasalahannya. Kami sempat meminta untuk diundang dalam rapat itu,” ujar Abah Dayat, seraya menambahkan pihaknya berencana menggelar hearing untuk mengurai permasalahan tersebut.
“Nanti kita segera mengadakan hearing dengan mengundang semua pihak, baik dari dinkes maupun kontraktornya. Kami tidak ingin ada masalah dalam pembangunan RSUD Sedati,” tambahnya.
Abah Dayat juga menegaskan ketidakmampuan PT ATK dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai target harus disikapi dengan tegas.
“Kami melakukan sidak kemarin sudah sesuai tupoksinya dengan tujuan DPRD ingin memastikan pembangunan rumah sakit ini bisa i
selesai tepat waktu sehingga hasilnya bisa segera dinikmati masyarakat, ” tuturnya.
Untuk itu, sambung Abah Dayat, DPRD Kabupaten Sidoarjo meminta dengan tegas agar pihak Dinas Kesehatan terus mengawal dan memantau pembangunan RSUD Sedati ini dengan baik
“Pembangunan harus selesai target, jangan sampai molor. Karena keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Terkait lemotnya kinerja PT ATK, pihaknya juga meminta agar Dinkes, sebagai leading sector pembangunan rumah sakit ini bersikap tegas. “Jangan ada toleransi yang justru melahirkan persoalan dalam pembangunan rumah sakit ini. Jika memang kontraktor tidak mampu, sebaiknya mundur saja, lalu dibayar sesuai dengan progres pekerjaannya,” imbuhnya.
.
Bahkan pihaknya menilai mundurnya kontraktor menjadi solusi tepat. Selanjutnya, pembangunan RSUD itu diserahkan kontraktor lain,–yang sebelumnya menjadi pemenang nomor 2 pada saat lelang.
“Saya berkeyakinan jika kondisi tetap seperti ini, pembangunan RSUD tidak bisa selesai waktu. Saya kira masih banyak rekanan lain yang profesional dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” pungkasnya(znr/sis)