Di hari kedua Ramadan, bulan penuh berkah yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, adalah saat di mana praktik ibadah dan peningkatan spiritual menjadi fokus utama. Namun, dalam menjalani ibadah puasa yang diwajibkan dalam bulan Ramadan, penting bagi umat Muslim untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan, termasuk asupan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Adalah sebuah penelitian dari Universitas Indonesia menyoroti pentingnya konsumsi air selama puasa Ramadan. Penelitian tersebut, yang dilakukan selama periode Ramadan dari April hingga Mei 2021, bertujuan untuk menyelidiki pola minum dan asupan cairan yang membantu mencapai kebutuhan air selama Ramadan di kalangan orang dewasa Indonesia.
Dalam penelitian ini, 380 partisipan dari lima universitas di seluruh Indonesia mengisi kuesioner yang menggambarkan kebiasaan minum selama Ramadan dan mencatat asupan cairan selama 7 hari menggunakan metode rekaman cairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total asupan air dan minuman selama Ramadan di antara partisipan berada di bawah rekomendasi, dengan rata-rata sebesar 1.670 ml per hari. Air merupakan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi, diikuti oleh minuman manis yang mengandung gula.
Namun, yang menarik adalah penemuan pola minum yang berbeda-beda antara waktu buka puasa (iftar), malam hari, dan sahur. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa pola minum 4-2-2 (empat gelas pada iftar, dua gelas pada malam hari, dan dua gelas pada sahur) memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memenuhi rekomendasi asupan cairan harian dibandingkan dengan pola minum lainnya.
Melalui penelitian ini, telah memberikan wawasan yang berharga tentang pola minum selama Ramadan dan menyoroti pentingnya memperhatikan asupan cairan selama berpuasa. Dengan memahami pola minum yang optimal, umat Muslim di Indonesia dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka selama bulan suci ini.
Sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya konsumsi air selama Ramadan, perlu adanya upaya yang lebih besar dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Program-program penyuluhan tentang pentingnya menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya konsumsi air yang memadai.
Sebagai harapan untuk memperbaiki kebiasaan minum selama Ramadan dan meningkatkan kesehatan umat Muslim, mari kita sambut bulan suci ini dengan kesadaran dan kepedulian yang tinggi. Dengan memperhatikan asupan cairan yang cukup dan menjaga pola minum yang sehat, kita dapat menjalani ibadah puasa dengan baik dan mendapatkan manfaat spiritual yang maksimal.
Seperti mata air yang mengalir dengan segar di tengah padang gurun yang tandus, semoga Ramadan membawa kesegaran dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Semoga kita semua diberkahi dengan kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan selama bulan suci ini. (Ref. Sunardi, D., Chandra, D. N., Medise, B. E., Friska, D., Manikam, N. R. M., Lestari, W., Insani, P. N. C., Ayusari, A. A., Mayasari, D., Saftarina, F., Sari, D. K., & Ulvie, Y. N. S. (2022). Assessment of water consumption during Ramadan intermittent fasting: Result from Indonesian cross-sectional study. Frontiers in Nutrition, 9, Article 922544. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.922544). (Hisnindarsyah & Ahyar Wahyudi)