Hidupkan Kembali Pemdes Desa Sepande Sosialisasi Bank Sampah Kepada Warga

 

Sidoarjo.PW-Pemerintah Desa Sepande, Kecamatan Sidoarjo Kota, Sidoarjo sosialisasikan bank sampah kepada puluhan warga. Sebanyak 33 orang tenaga relawan yang mendapat cara pelatihan penanganan sampah. Semuanya adalah perwakilan setiap Rw diambil 3 orang, adapun di Desa Sepande terdapat 11 Rw.

Hidupkan kembali pengolahan sampah warga. Hal ini perlu dilakukan karena untuk mengurangi volume sampah dan dijadikan nilai tambah bagi warga untuk membantu perekonomian keluarga.

Sadar akan pentingnya pengelolaan dan penanganan sampah yang baik maka Pemdes (Pemerintahan desa) dan warga bahu membahu untuk menghidupkan bank sampah kembali yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Bertempat di Balai Desa Sepande Kepala Desa Hadi Santoso mensosialisasikan kepada warga terkait bank sampah “Kita hidupkan kembali yang sudah terbentuk kelompok-kelompok bank sampah yang ada di Desa Sepande,” ucap Hadi Santoso. Selasa (20/6/2023).

Pembentukan dilakukan di tingkat Rt, jika program ini berjalan maka di tingkat Rw dilakukan. Saat ini bank sampah “Maju Bahagia” masih eksis berjalan di Rw 10 Gading Fajar.

“Untuk pengembangan lagi maka dibentuklah bank sampah di tingkat Rt, sehingga nantinya pembuangan sampah dilakukan di wilayah masing-masing. Untuk mekanismenya semua sampah harus dibuang di bank sampah sehingga terkendali,” kata Hadi Santoso.

Sementara itu, sampah yang ditangani adalah sampah kering dan basah. Untuk sampah kering disetorkan ke bank sampah dan basah dipilah-pilah lagi diuraikan untuk dibuat pupuk.

Tujuan sosialisasi tersebut adalah agar warga menjadi bank sampah. “Kita tekankan supaya masyarakat menjadi dari pada anggota bank sampah tersebut,” tegas Hadi.

Hadi Suyanto mencotohkan akibat sampah bila tidak ditangani dengan baik. Seperti pendangkalan sungai dan saluran air lainya yang berakibat banjir. Selain itu juga, timbulnya penyakit DBD.

Jika persampahan ditangani dengan baik akan berdampak positif juga. “Misalnya, lingkungan akan tampak baik dan bersih, begitu juga tidak ada yang namanya polusi udara (bau) atau penyakit yang ditimbulkan oleh oleh sampah,” terang Hadi.

Hadi berharap dengan penanganan dan pengolahan sampah yang baik akan menjadi nilai ekonomis yang dapat membantu perekonomian keluarga.

“Kita harus merubah mindset kita, awalnya sampah yang semula tidak ada manfa’atnya jika kita kelola dengan benar akan tampak hasil yang bisa menambah nilai ekonomis keluarga.” Pungkasnya. (Znr)

Related posts