Surabaya, PW: Negara dalam keadaan genting. Pemerintah berlakukan Darurat Sipil yang kemudian menjadi Darurat Militer dengan semakin maraknya serangan Asimetris terhadap armada niaga dan obyek vital di laut. Ekskalasi konflik semakin meningkat dengan dikuasainya salah satu pulau oleh negara musuh sehingga Presiden dengan persetujuan DPR mengumumkan keadaan perang. TNI AL melalui KRI Frans Kaisiepo-368 Koarmada II sebagai salah satu unsur Komando Gabungan berhasil menggagalkan serangan Asimetris, menghancurkan kekuatan laut musuh dan meluncurkan tim pendarat khusus Intai Amfibi (Taifib) Marinir ke pantai yang dikuasai musuh.
Situasi tersebut merupakan skenario latihan KRI Frans Kaisepo-368 dengan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir, Pasmar 2 sebagai tindak lanjut dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono. Latihan didesain untuk menghadapi berbagai spektrum dan ekskalasi ancaman. Materi latihan menghadapi ancaman Asimetris mencakup Force Protection, Visit, Board, Search and Seizure (VBSS), Ship Movement, Close Quarter Battle, Advanced Selective Fire, dan Prisoners Handling, Jumat, (3/6/2022)
Kehandalan sistem sensor, senjata, komando kendali dan platform, serta interoperabilitas menjadi determinan keberhasilan latihan ini. “Latihan kali ini sangat istimewa dengan kehadiran Prajurit Intai Amfibi di kapal. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman yang sekaligus menguji interoperabilitas guna mendukung keberhasilan tugas.” Tegas Komandan KRI Frans Kaisiepo-368, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.